Salah Kaprah Indie di Hari Ini

Salah Kaprah Indie di Hari Ini

Kala digital meraja dan informasi dapat diperoleh dengan mudahnya, menggali, mencari atau bertanya suatu informasi adalah hal yang mudah, namun semua hal itu nampaknya dilewati oleh gerombolan Poser. Poser adalah moniker terjahanam yang harus dilabelkan pada mereka, muda-mudi yang dengan sok paling tahunya menyematkan karya musik terpopuler era ini sebagai karya jenius yang belum ada tandinganya sedari dulu kala.

Bagi beberapa muda, mendengarkan yang sedang hype di era nya adalah kewajiban demi meninggalkan kesan tuna gaya alias katro. Itu sah-sah saja dan pasti akan selalu terjadi. Namun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana mereka mendewakan pencipta karyanya, merupakan sesuatu yang cukup fatal bagi para tetua yang tahu bagaimana musik-musik bernas di eranya harus lahir dan berjibaku menerjang ramainya pasar yang kaya akan tawaran aliran-aliran pun karya sempurna.

Jibaku yang dihadapi akhirnya menimbulkan tren sadis yang berlanjut beranak pinak hingga di jejaki para pencipta karya yang para muda idolakan di era ini. “Mereka bukan pionir, anjing” ujar para udzhur yang menghardik para poser muda yang menganggap lagu bertajuk Secukupnya karya Hindia adalah avant garde era ini. Para fanatik yang tidak tahu betapa lirik ‘cokelat berlari..bagai babi’ dari lagu Cokelat Pure Saturday adalah akar dari segalanya.

Salah satu yang mengkepcer semuanya dan dijadikan konten ada di akun Twitter @txtbocahindie. Di dalamnya tertera seperti apa cuitan, postingan hingga chat beberapa kalangan muda yang bangga menyemat Indie sebagai agama serta manunggal dalam menganggap Hindia, Sal Priadi dan Pamungkas sebagai deretan Nabi penyelamat selera. Ironi memalukan yang lalu direspon berpuluh cemooh bernada satir pun sarkas dari para pendahulu.

Adanya akun ini masih setidaknya memberi gambaran, masih banyak muda-mudi yang tersesat dalam belantara norak dengan tingkat kesoktahuan dan kepercayaan diri tinggi hari ini. Fenomena ini sama sekali tidak membicarakan bagus/buruknya pencipta karya masa kini. Kesalahan sepenuhnya ada di individu-individu poser yang kurang tahu, malas menggali, angkuh untuk sekedar bertanya atau yang terparah merasa sudah paling tahu.

Foto header adalah bentuk cuitan sarkas yang ditulis oleh Dedi @dsrrdz

Share this article :
Vantage Banner Ads