Film Seks Kelas Semi Selalu Diterima

Film Seks Kelas Semi Selalu Diterima

Film memang punya kekuatan besar dalam menarik atensi. Beragam genre, cerita dan alur membuatnya berwarna dan variatif. Tapi ada satu genre yang kian menjadi incaran para kaum Adam, bukan horror dengan intensitas jumpscare-nya, drama dengan romansa dan dinamika cintanya, atau sci-fi dengan kemungkinan masa depannya. Film semi adalah jawabannya, dengan segala pelik sex dan romantika hubungan dewasa yang tersaji frame per frame.

Kemunculan film semi selalu saja jadi perbincangan di kalangan pria. Beberapa yang lampau seperti Kids (1995) ataupun Malena (2000) contohnya. Meski jalan ceritanya tidak cukup bagus namun kandungan erotisme dan sensual di tiap scene nya adalah tontonan yang tidak membosankan dan cocok ditonton kala mengundang syahwat.

Perjalanannya pun kian ramai di dekade-dekade selanjutnya. Bayangkan bagaimana Fifty Shades of Grey bisa jadi perbincangan hangat tiap pemuda-pemudi di dunia karena keunikan cerita dan aksi BDSM-nya. Blue is the Warmest Color dengan dinamika kehidupan LGBT yang ramai pun kontroversial. Atau Nymphomaniac dengan kelainan wanita yang punya kecenderungan untuk melakukan seks pada setiap detik dalam hidupnya yang berakhir dramatis pada volume keduanya yang jadi bahan topik di beberapa post dunia maya. Ketiganya membuktikan genre semi diterima dan selalu berhasil membuat komentar penontonnya.

Pada perkembangannya semi kerap kali dijadikan sub-genre sebuah tayangan. Entah untuk menutupi embel-embelnya atau demi menutupi tabu sex yang masih menjadi bahasan tidak umum di banyak negara. Entahlah apa alasannya, nyatanya semi akan selalu diterima seluruh pasang mata di dunia.

Share this article :
Vantage Banner Ads