Situasi lockdown, penerapan kebijakan work-from-home, dan pembatasan untuk melakukan aktivitas di luar ruang menjadikan beberapa rutinitas harus ditunda sementara lakunya. Namun jangan salah, dibalik itu semua banyak kadar baik yang tidak disadari dapat dimanfaatkan dalam situasi seperti ini. Seperti kian intimnya hubungan sex dengan pasangan contohnya.

Apa yang terjadi selama lockdown tentunya dapat berdampak baik pada hubungan keluarga. Kebiasaan untuk bertemu yang sebelumnya jelas sebentar dengan padatnya kesibukan pekerjaan dan hidup tergantikan waktunya sementara dalam situasi ini. Baik hubungan antara orang tua-anak dan antar pasangan punya porsi lebih lama menghabiskan waktu bersama.

Berbicara tentang hubungan asmara dengan pasangan yang telah tinggal dalam satu atap, tentunya momen lockdown ini dapat dimanfaatkan penuh untuk sesuatu yang lebih intim. Intensitas komunikasi yang terjalin selama masa lockdown tentu naik tingkatnya, pembicaraan semakin lebar, topik yang semakin dalam dan intimya komunikasi agaknya berdampak lurus pada kualitas hubungan.

Selain dari segi komunikasi, keintiman lebih juga kemungkinan terjadi dalam hal sex. Sex dengan pasangan terbukti aman dilakukan selama masa karantina atau lockdown. Mengingat hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan virus corona dapat menular lewat hubungan sex. Beberapa menuturkan masa lockdown seperti saat ini membuat intensitas sex kian meningkat dari biasanya. Hal ini tentu berdampak pada kualitas hubungan dengan pasangan. Dengan kian variatif dan eksploratifnya gaya yang dapat dicoba sex menjadi kian menyenangkan di tengah jenuh dan depresinya masa karantina.

Hal senada juga didukung pendapat pakar. Seperti yang dikutip dari The Guardian, pakar epidemiologis dari Harvard Medical School, Dr Julia Marcus menuturkan “Jika Anda tinggal dengan pasangan dan tidak menunjukkan gejala apa pun atau tidak ada kemungkinan terpapar, seks sebenarnya bisa jadi cara yang hebat untuk bersenang-senang dan potensial jadi ajang pelepas stress”.