Merasa Stres dan Depresi? Berendam di Air Dingin Bisa Jadi Solusinya

Merasa Stres dan Depresi? Berendam di Air Dingin Bisa Jadi Solusinya

Situasi pandemi yang menimbulkan banyak ketidakpastian membuat banyak orang terserang rasa cemas dan depresi yang berkepanjangan. Keharusan untuk tetap di rumah, dan membatasi kegiatan yang melibatkan keramaian juga menjadi pemicu rasa depresi yang datang. Maka tak jarang jika saat ini muncul kebiasaan baru yang bertujuan untuk menghilangkan stres. Kini muncul temuan baru yang menyatakan jika berendam air dingin mampu membantu meredakan rasa cemas dan depresi yang melanda. Tertarik untuk mencobanya?

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini telah memunculkan kekhawatiran bagi banyak pihak. Segala aspek telah terkena dampak yang cukup besar. Tak ketinggalan banyak orang yang merasa jika kesehatan mentalnya juga berdampak ketika virus corona mewabah saat ini.

Dilansir dari MetroLembaga Survey Nasional Inggris (ONS) telah melakukan penelitian terkait permasalahan kesehatan mental selama pandemi. Hasilnya, terjadi peningkatan tajam pada tingkat kecemasan warga Inggris pada tahun ini bila dibandingkan tahun 2019 lalu. Tingkat cemas yang tinggi dirasakan oleh mereka yang kesepian, memiliki beban kerja, dan menjalani home schooling selama masa lockdown.

Untuk menangani tingginya rasa cemas dan stres, banyak orang yang melakukan beberapa aktivitas seperti menelpon atau mengirim pesan kepada kerabat, melakukan aktivitas olahraga, atau mencari udara segar di luar ruangan.

Namun jika cara diatas masih belum mampu meredakan stres yang melanda, cobalah untuk melakukan cara yang satu ini, yakni berendam di air dingin. Berendam disini berarti di alam seperti danau atau laut. Berendam di air dingin diyakini bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa cemas yang sedang melanda.

Mampu Meredakan Kecemasan

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan studi oleh peneliti asal University of Portsmouth Inggris pada tahun 2017 silam. Pada penelitian tersebut, terdapat responden seorang perempuan berusia 24 tahun yang mengalami gejala depresi dan kecemasan. Perempuan tersebut ingin lepas dari obat-obatan yang dikonsumsi. Ia pun mencoba pengobatan dengan berenang air dingin di alam terbuka selama dua kali seminggu.

“Saya telah mencoba terapi kognitif, berbagai obat-obatan, dan semuanya tak ada yang berhasil. Ketika saya mencoba berendam air dingin, saya tak begitu menikmatinya di percobaan pertama. Tetapi saya merasa beban besar yang ada di pundak saya bisa terangkat,” ungkap responden perempuan tersebut dilansir dari Metro.

Manfaat berendam air dingin juga dirasakan perenang bebas bernama Sam. Ia mengakui jika sedang stres maka berendam air dingin bisa menjernihkan pikirannya.

“Saat saya tidak bisa berenang, saya akan mandi air dingin, dan itu punya efek yang sama-sama menjernihkan pikiran,” ujar Sam.

Menurut Dr Massey, manfaat potensial dari berenang di air dingin berasal dari ‘respons dingin’ yang ada di dalam tubuh.

“Ketika anda merendam tubuh di air,dingin, anda akan mendapatkan hormon dopamin dan kortisol,”

Respon dopamine ini memberikan hormon kesenangan dan kortisol memberikan efek adrenalin, sehingga maraca terpacu dan merasa senang secara bersamaan. Efek ini, menurut dr. Massey disebut sebagai post swim high, yang bisa meningkatkan kebugaran dan kekebalan tubuh. 

Share this article :
Vantage Banner Ads