Features

Semoga Tren Pop Melayu Tak Terulang

Pop Melayu
Semoga Tren Pop Melayu Tak Terulang

Ada kala tren musik yang senantiasa bertendum di medio 2000 pertengahan mengalun bosan. Saut vokal cengeng, lead gitar mengaung sengau, serta tabuh dram seadanya menjadi pelengkap aliran musik yang dinamai Pop Melayu. Tidak lupa bagaimana sporadisnya acara musik pagi dengan lawak-lawak garing mengagungkan deretan bandnya. Sedekade berlalu tren bergeser jauh, lantas kemana perginya mereka sekarang?

Mundur ke belakang, jika ditarik ke asalnya ombak invasi pop melayu sudah masuk secara massif di dekade 90-an. Isabella, Suci Dalam Debu hingga Mencari Alasan contohnya. Serbuannya menjadi anthem yang menggema selama dua dekade. Agresi pop melayu kedua terjadi lewat serdadu lokal. Radja, ST12, Kangen Band jadi penggawalnya. Disusul Hijau Daun, Letto dan D’Bagindas, The Potters hingga Vagetoz. Tidak lupa sang fenomenal Peterpan yang menggabungkan gaya maksa a-la brit-pop dan cengeng melayu hingga menjadi anteseden muda-mudi.

Kedigdayaannya bahkan mampu menggeser dominasi Alternatif Rock yang sedang pada panggung jayanya. Walaupun vokal dan nada-nadanya harus diakui cukup berantakan untuk masuk ke kuping, pop melayu memiliki tingkat penjualan tinggi, baik dalam bentuk fisik maupun ring back tone. Gerilya penjualan nya juga harus di acungi jempol, dari toko kaset mal-mal beken hingga waralaba ayam goreng.

Memasuki era 2000 belasan popularitasnya harus rela di sandingkan dengan invasi boyband dan k-pop. Kehancuran nya dipastikan, umurnya menghitung tahun dan benar saja, tenggelam. Kritik pedas pun kian melayang ke pangkuan pop melayu. Mulai dari slow rock nggak kesampean hingga sampah pemasok musik cengeng dengan lirik patah hati.

Untuk beberapa yang sadar mereka mundur dari kancah permusikan. Sementara yang masih percaya mereka menahan malu dan terpaksa terseok dengan pancingan sensasi yang harus mereka buat untuk dapat masuk ke layar kaca lagi. Tapi tenang, setidaknya lirik mereka masih tersimpan dalam cerebrum otak. Atau sebagai bahan cemooh kala adu umpatan.

Vantage

Billie Eilish Kuasai Grammy Awards 2020

Previous article

Efek Rumah Kaca Rayakan Normal Yang Baru di Jalan Enam Tiga

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *