Vanview

Tidak Heran Season 2 The Umbrella Academy Diganjar Kritik Positif

the umbrella academy season 2 netflix
the umbrella academy season 2 netflix

Serial superhero ini dinilai punya jalan cerita “tidak umum” sejak kemunculan season pertamanya di tahun lalu, sehingga tidak heran jika season kedua Umbrella Academy begitu dinanti. Begitu dirilis pekan lalu, terlihat jelas besaran animo penonton yang menunggu kelanjutan kisah aksi Hargreeves bersaudara, jokes-jokes, soundtrack super-kult plus bagaimana bisa kiamat akibat nuklir terjadi jika JFK tidak ditembak di Dallas. Sebagus apa serial Netflix ini?

Cerita dibuka dengan terdamparnya tujuh Hargreeves bersaudara di Dallas, Amerika Serikat pada waktu yang berbeda masing-masingnya. Mereka terpisahkan, menjelajah waktu dari 2019 ke tahun 1960-1963.

Allison, Ben dan Klaus Hargeeves di 1960, Luther di 1962, Diego dan Vanya di 1963, serta yang terakhir Five di tahun yang sama, namun pada tanggal berbeda, yaitu 25 November. Ketujuhnya berpencar, Number Five yang menjadi main character pada season ini mendapatkan gambaran berbeda.  Pada tahun di mana Five tiba, Amerika sedang dilanda agresi bala tentara Soviet, sebagai dampak pernyataan perang yang dilayangkan John F Kennedy yang seharusnya telah mati dibunuh 3 hari sebelumnya, atau tepat 22 November 1963.

Beberapa waktu berselang, nuklir tiba dan menjadi kiamat terhadap peradaban. Namun sebelum nuklir menapakan ujung rudalnya di Dallas, Five ditarik ke waktu berbeda oleh Hazel yang menjelaskan betapa pentingnya Five bersama saudara-saudara supernya dalam upaya menyelamatkan dunia sekaligus menghentikan kiamat di tahun 1963.

Tak heran banyak yang menilai Umbrella Academy musim ke-2 ini lebih mengesankan. Latar cerita dan konfliknya terasa sangat “masuk akal”, menjadikan serial ini layak jika dikategorikan sebagai fiksi ilmiah. Tiap episode Umbrella Academy memicu unsur penasaran penontonnya hingga ke puncak. Seperti diangkatnya kembali isu-isu krusial pembatasan hak serta ketidakadilan yang dirasakan ras kulit hitam di Amerika, isu LGBTQ dan begitu kusutnya dunia di medio 60-an.

Namun di sela kompleksnya cerita, gaduhnya konflik dan rasa emosional yang begitu kuat terbangun di Umbrella Academy musim kedua, tersisip pula banyolan-banyolan ringan, sekaligus grey jokes yang menjadi bumbu penyedap tayangan ini.

Memuji Umbrella Academy tidak lengkap jika belum membicarakan audio pun visual ciamik di dalamnya. Koreo-koreo laga menantang, animasi nyata yang dihadirkan, set Amerika dekade 60-an, dan yang tak kalah penting serta menambah kesempurnaan serial ini adalah deretan lagu-lagu terbaik dari musisi bernas lintas jaman sekelas Frank Sinatra, DJ Shadow, Perry Como, Boney M, Public Image Ltd, Peter Schilling, Sam Cooke, KISS, Backstreet Boys hingga Styx. Tidak heran apabila situs kritik film ulung seperti Rottentomatoes dan IMDb mengganjarnya dengan skor di atas 8.5.

Vantage

Locarno Film Festival 2020 Hadirkan Karya Anak Bangsa

Previous article

Cara Jepang Mengoperasikan Industri Hiburan Malam di Tengah Pandemi

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *