Vanview

Sentuhan Magis Humanis Rino di ‘Disparity’

rino darusman vantage indonesia
rino darusman vantage indonesia

Minggu ini ada satu lagu yang mencuri perhatian saya bertajuk ‘Disparity’. Saat mendengarkan, yang terbayang adalah suasana tenang, menyenangkan, dan keinginan untuk melakukan perjalanan acak di dalam kota, tentu saja sambil mendengarkan tembang tersebut secara berulang-ulang.

Adalah Rino, seorang warga negara internasional asal Indonesia, yang bertanggung jawab atas segala kenikmatan dari ‘Disparity’. Melalui langgam musiknya, Rino seolah ingin bercerita mengenai berbagai hal istimewa yang telah dia lewati. Tak hanya itu, ia juga terkesan ingin memberi pencerahan positif, bahwa ‘Disparity’ adalah momen baik untuk melangkah ke masa depan yang lebih menjanjikan, melalui emosi yang Rino letupkan dalam ‘Disparity’.

Rino merupakan musisi sekaligus produser kelahiran tanah air yang memutuskan untuk berbasis karir di Melbourne Australia. Pemikiran yang sudah Rino keluarkan secara maksimal di lagu ‘Disparity’, jelas merepresentasikan dedikasi dirinya terhadap industri musik. Fokus terhadap proses, bertanggung jawab terhadap hasil akhir, sehingga kualitasnya pun berada pada titik maksimum.

Disparity – Rino

Coba saja Anda dengarkan sendiri ‘Disparity’. Dari awal hingga akhir lagu, kalian akan bermain-main dengan propaganda imajinasi pun fantasi. Mengapa? Ya itu tadi, Rino tidak main-main dengan musiknya dia. Nuansa yang terbangun penuh nilai magis, berpadu dengan sentuhan nada-nada humanis yang elok. Jadinya menghanyutkan. Mungkin tidak lama lagi Rino akan berada di kelas yang sama dengan Tycho, Mount Kimbie dan Bonobo.

Saya perdengarkan lagu ini ke tiga teman pegiat seni yang memiliki perhatian besar terhadap jenis musik yang Rino mainkan, yang satu bilang ‘Edan!’, yang kedua berucap ‘Sadis!’, yang terakhir berujar “Seperti scoring film-film megah gini. Ini tipe lagu yang gue puter sambil kerja dan baca buku.”

Sebagai tambahan info, Rino merupakan anak bungsu dari Candra Darusman. Seorang musisi kawakan sekaligus pejuang hak cipta.

Foto: jppn.com

Vantage

Ketika Industri Film dan Musik Tanah Air Kembali Lesu

Previous article

Komunitas Pedagang Piringan Hitam dan Buku di Blok M Square

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *