Ibadah Dansa Ke-17 Kurasi Suara Disko

Siklus 25 tahun memang nyata adanya dalam perkembangan tren dan budaya populer. Dampaknya terasa, tak terkecuali di kota se-modern Jakarta. Pengulangan nya menyentuh secara jelas, terutama dalam selera musik yang kembali didominasi oleh dentum irama disko yang sempat kencang berhembus di era 80an, utamanya dalam kurun waktu 3 tahun ke belakang.

Cukup! Hentikan bualan postmodernism ini. Jumat (1/11), kembali dengan format yang selalu dinanti, Suara Disko di Volume ke 17-nya kembali dihelat komplotan Front Disko Nasional yang digawangi Diskoria. White Shoes and The Couples Company dijadikan hidangan utama, sementara sang maestro tua Fariz RM, dirahasiakan untuk jadi kejutan penutup perjamuan meriah yang dilangsungkan di Lucy In The Sky tersebut.

Suara Disko memang sebuah misi suci pemuda-pemudi jenaka dengan pamor nama Front Disko Nasional. Targetnya tidak bercanda, bagaimana bisa lagu Indonesia kembali menggetarkan sound system klub, bar maupun lounge berkelas di bilangan sarat budaya barat sebelah selatan Jakarta, SCBD. Lucy In The Sky jadi target empuk untuk kontiniti misi bergengsi tersebut. Kepalanya ada di duo disjoki andalan mereka, Fadil Aat dan Merdi Simanjuntak, dengan tajuk panggung Diskoria. Keseriusan-nya sungguh terasa, dalam kurun waktu 3 tahun kolektif inovatif nan kreatif ini telah berhasil menembus pentas ke 17-nya.

Prestiusnya Suara Disko kembali dibuktikan dengan menghadirkan sekelumit bintang tamu penguasa pentas dengan derajat tinggi dan penggemar militan. Kali ini di Suara Disko Vol 17, sebuah band asal kampus seni Jakarta dengan tembang gila ‘Senandung Maaf’ dan julukan Cikini Finest diundang, ‘White Shoes and The Couples Company’. Lagu-lagu andalan kaliber ‘Aksi Kucing’, ‘Roman Ketiga’ hingga ‘Windu Defrina’ dibawakan dengan format full band. Kejutan datang pada babak lagu ke-7 lord Fariz RM naik takhta dengan guitar synthesizer-nya. Langsung, dendang ‘Serasa’ dan ‘Selangkah Kesebrang’ disikat. Penonton sepakat untuk berjoget ria seraya melafalkan lirik indah gubahan Sang Maestro. Sebuah simfoni indah dari dua generasi berbeda yang sama-sama memiliki reputasi menawan lewat kidung-kidung ajaibnya.

Tidak ada seujung kuku pun kekecewaan usai pentas malam itu. Semua pulang dengan raut sumringah bahagia, membawa kisah menyenangkan basian pentas yang membekas dahsyat. Riwayat yang pantas untuk diceritakan dengan menggebu-gebu esok paginya bahkan untuk dikenang lama, hingga menunggu keseruan Suara Disko volume selanjutnya dihelat.