Features

Merengek Minta Konser Atau Festival Dambaanmu Tidak Ditunda Adalah Mustahil

konser musik festival
konser musik festival

Demi kenyamanan dan keamanan bersama, ada baiknya simpan dulu segala rengek manja, marah berlebihan atau cuitan-cuitan cynical-mu yang bersumber dari ditundanya konser atau festival kesayangan yang telah kalian tunggu berbulan-bulan. Toh tidak akan khusyuk juga ibadah ngonsermu jika harus menggunakan face-shield, masker dan menerapkan social distancing. Terutama jika kalian umat metal atau bani punk, apa kata dunia?

Pagebluk yang menghajar dunia 4 bulan ke belakang tidak segan-segan membiaskan luka parah pada berbagai sektor kehidupan. Salah satu yang habis lebam dibuatnya adalah sektor hiburan langsung, lebih terfokus; pagelaran konser musik, festival, dan pertunjukan seni.

Sektor-sektor ini terpaksa dimatisurikan, ditahan rencananya, dirubah jadwal helatnya, atau sekaligus dibatalkan selenggaranya. Tidak ada yang bisa melawan, dan untungnya tidak ada juga yang cukup bodoh untuk mencoba melawan. Semua tunduk tak berdaya dihantam pagebluk.

Namun awan cerah katanya hadir ketika memasuki tanggal belasan bulan Juni. Pembatasan Sosial Berskala Besar yang sebelumnya ketat digalakan dikendorkan sedikit regulasinya. Istilahnya berganti dengan tataan baru bernama New Normal dengan segala tetek bengek yang dinilai efektif. Perusahaan kembali beroperasi seperti sedia, pegawai kembali ke desknya, berbagai penyedia jasa, restoran dan tempat hiburan mulai membuka pintunya. Semua terlihat kembali seperti semula mesti kurva penularan konsisten naik terus setiap harinya. Lalu tanpa banyak pikir beberapa orang naif berpendapat, jika berbagai tempat-tempat umum mulai bisa beroperasi seperti semula, kenapa konser dan festival favorit mereka masih ditunda kepastiannya?

Meski sudah memasuki separuh normalnya, Pemprov DKI Jakarta memastikan kegiatan pariwisata, terkhusus ranah event-event seperti konser atau kegiatan berkesenian lainnya belum dapat diizinkan gelarnya di Jakarta. Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan hingga saat ini belum ada kesepakatan antara pihaknya dengan sejumlah penyelenggara acara. Aturan protokol kesehatan pun sulit diterapkan dalam acara-acara besar padat pengunjung.

Dirinya pun menambahkan, pembatasan pengujung tidak bisa diterapkan pada kasus ini karena akan berpengaruh pada hitungan ekonomi. Pembatasan yang dilakukan secara langsung akan memengaruhi hitungan untung-rugi penyelenggaraan acara.

Credit foto : 500px This Is Our Jam: 35 Cool Concert Photos

Vantage

Hindari Cidera Mental Melalui Ocehan Sederhana Ini

Previous article

Sebuah Gelar Juara yang Pantas Untuk Bayern Munich

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *