Vansports

Apa Jadinya MotoGP Tanpa Valentino Rossi?

Valentino Rossi
Apa Jadinya MotoGP Tanpa Valentino Rossi?

Setiap cabang olahraga selalu memiliki legendanya masing-masing. Mereka yang memiliki karier dan pencapaian yang panjang di olahraga yang digelutinya selalu menarik decak kagum dari para penggemar. Salah satu nama yang patut dikenang sebagai legenda adalah Valentino Rossi. Pria berkebangsaan Italia itu telah merajut karier selama lebih dari 20 tahun di arena balap MotoGP. Kini di usianya yang tak lagi muda, The Doctor masih memiliki basis penggemar yang cukup besar. Namun karena usianya itu, tentu kariernya tak akan lama lagi akan berakhir. Lantas bila Rossi pensiun, apakah MotoGP akan kehilangan daya tariknya?

Perjalanan Awal

Membicarakan tentang MotoGP tentu tak bisa lepas dari seorang Valentino Rossi. Pembalap yang identik dengan julukan The Doctor itu telah membentangkan karier panjang di lintasan balap kuda besi tersebut. Ia pun memulai karier profesionalnya di tahun 1996 silam dengan berlaga di kelas 125cc (sekarang Moto3). Bersama tim Aprilia, Rossi langsung menjuarai kejuaraan dunia pertamanya di tahun berikutnya. 

Valentino Rossi saat di kelas 125 cc. Sumber: motogp.com

Mulai saat itulah karier Rossi terus melejit, sampai akhirnya ia terus naik kelas hingga mencapai kelas tertinggi yakni MotoGP pada tahun 2000. Seperti sebelumnya, Rossi juga mampu merengkuh gelar juara dunia di kelas bergengsi itu pada tahun kedua keikutsertaannya. Yang lebih menarik, ia mampu menjadi juara dunia beruntun di kelas MotoGP dari tahun 2001 hingga tahun 2005. Total keseluruhan gelar juara dunia yang diraih The Doctor adalah 9 kali di semua kelas MotoGP.

Valentino Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap jempolan. Ia lahir ditengah keluarga yang lekat dengan dunia balap. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar di era 70-an. Maka tak heran bila Rossi tumbuh besar di lingkungan yang kental dengan atmosfer balap. Masa kecil Rossi pun tak seperti anak lainnya, di mana Ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain dengan motor balap sungguhan.

Persaingan Sengit dengan Pembalap Lain

Memiliki kiprah yang mentereng di MotoGP, tentu Rossi telah melewati persaingan yang ketat di lintasan balap. Berada di kelas tertinggi selama 20 tahun lamanya, The Doctor telah bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik di beberapa generasi. Bila Anda telah mengikuti MotoGP sejak lama, tentu masih teringat persaingan ketat antara Rossi dan Max Biaggi yang berlangsung sejak 2001 hingga 2005. Pada saat itu, Rossi unggul telak dengan memenangi seluruh gelar juara dunia.

Atau jangan lupakan persaingan Rossi dengan pembalap senior lainnya, Sete Gibernau. Kepindahan The Doctor ke tim Yamaha menjadi awal persaingan ketatnya dengan Gibernau yang memperkuat Honda. Sempat digadang-gadang akan gagal di tim garpu tala, nyatanya Rossi mampu tampil hebat dengan menjadi juara dunia dan mengungguli Gibernau dengan motor RC211v yang dinilai sebagai motor tercepat di masa itu.

Tak hanya dengan pembalap senior, Rossi juga terlibat dengan pembalap yang berusia jauh di bawahnya. Tentu masih segar di ingatan persaingan pembalap dengan nomor “46” itu dengan Casey Stoner, Jorge Lorenzo, hingga yang teranyar dengan Marc Marquez. Insiden di Sepang Malaysia pada 2015 jelas menjadi momen ikonik Rossi selama berkarier di MotoGP.

MotoGP Rossi Vs Marquez Sepang Full Fight 2015 - YouTube
Insiden Rossi vs Marquez di Malaysia tahun 2015. Sumber: Youtube
Menjadi Magnet Terbesar

Serba serbi Valentino Rossi di MotoGP memang selalu menarik diikuti. Banyaknya prestasi yang ia raih hingga persaingannya dengan banyak pembalap jelas menjadi daya tarik bagi para penggemar MotoGP.

Harus diakui, Valentino Rossi adalah salah satu daya tarik terbesar dari kompetisi kuda besi bergengsi itu. Pengamat MotoGP, Carlo Pernat menyatakan bahwa The Doctor memiliki peran besar untuk kompetisi balap tersebut. Memiliki basis penggemar yang besar, membuat Rossi menjadi magnet tersendiri untuk menghadirkan penonton di setiap seri MotoGP.

Lebih lanjut Pernat menyatakan bahwa sebanyak 25 persen orang yang datang ke sirkuit hanya untuk menyaksikan Valentino Rossi tampil di MotoGP. Angka tersebut jelas menjadi bukti bahwa The Doctor telah menjadi ikon besar di ajang tersebut. Warna kuning yang menjadi identitas Rossi selalu mendominasi tribun penonton di sirkuit MotoGP.

Meski prestasi Rossi sudah tak mengkilap seperti dulu, The Doctor tetap memiliki penggemar yang loyal. Sebagai seorang pembalap, Rossi juga memiliki kemampuan untuk menghibur di setiap penampilannya. Mantan mekanik andalan Rossi, Jeremy Burgess memiliki kesan tersendiri pada pembalap berusia 42 tahun itu.

Menurut Burgess, Rossi mengubah tradisi lama pembalap di mana ia selalu merayakan kemenangannya dengan suka cita. Berbeda dengan pembalap di masa lalu yang selalu terkesan serius. Rossi memiliki caranya sendiri untuk bisa tetap berprestasi. Pesta kemenangan yang ia lakukan telah menjadi ciri khasnya. Tak jarang Rossi melibatkan penggemar dalam perayaannya.

“Valentino itu petarung yang hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada di tengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kenang Burgess dikutip dari motomatters.com

Dengan semua kelebihannya jelas sulit untuk membayangkan kelangsungan MotoGP tanpa sosok Valentino Rossi. Kini spekulasi pensiunnya Rossi terus bergulir menyusul belum pastinya kelanjutan kontrak sang pembalap di tim Yamaha. Dengan semakin menuanya umur dan menurunnya prestasi jelas pensiun menjadi hal yang sangat mungkin untuk Valentino Rossi.

Kini menjelang bergulirnya musim 2020, masih tersisa harapan untuk melihat Rossi kembali berjaya. Meski sulit, akan terasa indah apabila Rossi kembali meraih gelar juara dunia terakhirnya sebelum resmi pensiun. Gelar tersebut bisa menjadi salam perpisahan yang manis dan tak terlupakan untuk para penggemar, termasuk saya. Semoga saja begitu.

Kredit foto: Essentialy Sports

Vantage

If You Tolerate This, Then Your Children Will Be Next

Previous article

Star Wars Virtual Run 2020, Merayakan 40 tahun Star Wars Day

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *