Features

Media Sosial : Candu Masif Melebihi Rokok dan Alkohol

Media Sosial
Media Sosial : Candu Masif Melebihi Rokok dan Alkohol

Media sosial telah menjelma jadi kebutuhan primer setiap individu. Setiap harinya, platform yang berfungsi untuk memudahkan komunikasi ini adalah barang utama yang selalu diakses. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan media sosial telah dirasa keluar dari jalurnya. Malahan arahnya semakin dekat ke adiksi yang cukup berlebihan, dimana beberapa dampak negatif pun telah terasa. Lantas, sudahkah Anda bijak dalam bersosial media?

Berbagai Penelitian

Indonesia selalu masuk dalam daftar negara yang paling banyak menggunakan media sosial. Baik di Instagram, Facebook, Twitter, dan platform lainnya. Berdasarkan data yang dihimpun dari GlobalWebIndex pada Juli 2019 silam, Indonesia berada daftar 10 besar negara dengan waktu penggunaan media sosial paling lama. Tepatnya negeri kita tercinta ini berada di posisi keenam dengan waktu 3,25 jam per hari untuk mengakses media sosial.

Coba bandingkan dengan beberapa negara maju seperti di Eropa dan Jepang. Beberapa negara ini hanya mengakses media sosial selama satu jam setiap harinya. Mereka juga lebih rendah dari rata-rata penduduk dunia yang berada di angka 2,38 jam per harinya. Perbedaan angka yang cukup mencolok ini seharusnya bisa menjadi acuan bagi Anda untuk sadar dengan waktu yang dipakai untuk bersosial media.

Selisih waktu antara Indonesia dengan negara maju dalam mengakses media sosial mestinya bisa dikurangi untuk hal-hal yang lebih produktif. Karena terlalu lama mengakses media sosial bisa berdampak negatif bagi para penggunanya. Para ahli pun telah menyadari akibat dari adiksi bermain sosial media.

Penelitian dari Universitas Chicago Amerika telah menyimpulkan bahwa kecanduan dalam bersosial media bisa lebih kuat dari kecanduan rokok maupun minuman beralkohol. Temuan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan yang mencatat kadar ketagihan dari ratusan orang selama beberapa minggu.

Penelitian lainnya datang dari Sherry Turkle, seorang peneliti asal Massachusetts Institute of Technology. Dalam penelitiannya, Turkle menyimpulkan bahwa media sosial dapat melemahkan ikatan manusia. Dampak lainnya yang ditimbulkan adalah rasa kesepian yang kerap melanda para pengguna media sosial.

Sedangkan di Indonesia sendiri, dampak negatif dari penggunaan media sosial telah disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rosarita Niken Widiastuti.

Dikutip dari laman resmi Kominfo, Niken menyatakan bahwa tingginya angka penggunaan media sosial di Indonesia membuat risiko penyebaran konten negatif dan pesan provokasi dapat menimbulkan potensi konflik yang cukup besar. Apalagi dengan pola komunikasi masyarakat Indonesia yang cenderung lebih mudah untuk mendistribusikan informasi tanpa mengecek kebenarannya lebih dulu.

Pentingnya Detoksifikasi dari Media Sosial

Berbagai penelitian di atas seharusnya menyadarkan bahwa penting untuk lebih bijak dalam mengakses media sosial. Namun bila data di atas tak cukup untuk memotivasi Anda, cobalah untuk membaca beberapa alasan mengapa Anda butuh rehat sejenak dari dunia fana media sosial.

Salah satu penyanyi wanita terbesar dunia, Ariana Grande pernah mengumumkan bahwa dirinya ingin rehat sejenak dari media sosial. Hal ini dilakukannya setelah menderita post-traumatic stress dan kecemasan berlebih setelah mantan kekasihnya, Mac Miller meninggal dunia.

Dikutip dari Forbes, tindakan untuk menyingkir sejenak dari media sosial bisa membantu untuk memperbaiki kehidupan Anda. Beberapa manfaat dapat Anda dapatkan setelah mempraktikkan apa yang dilakukan Ariana Grande. Berikut di antaranya:

  • Membantu Anda untuk menetapkan batasan

Untuk sebagian orang, media sosial terlihat sebagai ruang dipenuhi oleh kecemasan. Dan ini tergantung bagaimana memutuskan kapan untuk menguranginya dan tidak membiarkan pengaruh negatif masuk ke dalam pribadi Anda.

Membantu Anda untuk tetap fokus dalam tujuan

Rehat dari media sosial dalam dapat membantu Anda untuk fokus pada target yang sedang dikejar. Hal ini mengindikasikan bahwa tak ada energi yang terbuang untuk memikirkan komentar atau siapa yang melihat postingan Anda di media sosial. Atau energi yang sebelumnya digunakan untuk memikirkan postingan yang ingin Anda bagikan bisa dipakai untuk hal-hal yang menunjang produktivitas.

Membantu Anda untuk menghargai waktu

Poin ini tentu menjadi fokus utama. Dengan membatasi penggunaan media sosial, maka Anda akan memiliki kelebihan waktu yang sebelumnya habis untuk berkutat di dunia maya. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah menetapkan batasan seberapa lama Anda mengakses media sosial. Instagram telah menyediakan fitur bisa digunakan untuk mengatur batasan waktu yang Anda tetapkan untuk mengakses media sosial tersebut.

Membantu Anda untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Saat Anda memutuskan untuk pergi dari media sosial, maka keinginan untuk berinteraksi nyata dengan orang akan kembali muncul. Komunikasi secara tatap muka masih lebih baik dari interaksi Anda melalui media sosial. Cobalah untuk mengajak teman yang biasa Anda hubungi di media sosial untuk bertemu atau alihkan perhatian dengan rutinitas lain yang menjadi kesenangan Anda.

Vantage

Beetlefux : Dream Pop Not Dead

Previous article

Moon Gang : Hibernasi Bam Mastro & Karaeng R Adjie

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *