Vansports

Keganasan Hakiki Bayern Munchen-nya Hansi Flick

Bayern Munchen Hansi Flick
Keganasan Hakiki Bayern Munchen-nya Hansi Flick

Bergulirnya Bundesliga Jerman menjadi oase tersendiri di tengah pandemi. Salah satu liga besar Eropa itu tetap menyajikan suguhan menarik meski digelar dengan banyak pembatasan. Menuju akhir musim, persaingan menuju takhta juara sepertinya akan kembali dimenangkan sang juara bertahan, Bayern Munchen. Performa yang terus mengkilap sejak ditangani oleh Hans Flick menjadi alasannya. Bahkan sang pelatih digadang-gadang menjadi pelatih Munchen terhebat sepanjang masa.

Bayern Munchen semakin dekat dengan gelar Bundesliga yang telah diraih berturut-turut sejak 2013 silam. Armada Hansi Flick berhasil mengandaskan perlawanan sang rival abadi, Borussia Dortmund dengan skor 0-1 di Signal Iduna Park. Berkat kemenangan ini, Die Roten melebarkan jarak dengan Dormund dengan selisih tujuh poin di puncak klasemen sementara.

Kemenangan atas Borussia Dortmund semakin menegaskan dominasi Bayern Munchen di Bundesliga musim ini. Padahal jika melihat ke awal musim, sebenarnya perjalanan Robert Lewandowski dan kolega jauh dari kata apik, di mana mereka hanya memenangi 5 dari 10 pertandingan di awal. Hingga puncaknya pada November silam, Munchen mengalami kekalahan telak 1-5 dari Eintracht Frankfurt yang berimbas pada pemecatan pelatih Niko Kovac.

Pemecatan Kovac sendiri meninggalkan kekhawatiran lanjutan bagi penggemar Bayern Munchen. Pasalnya pihak klub langsung menunjuk Hansi Flick sebagai pengganti pelatih asal Kroasia tersebut. Flick, sebelumnya baru menjabat sebagai asisten pelatih Kovac di awal musim 2019/2020. Bahkan dalam dunia kepelatihan, pria kelahiran Jerman itu tak memiliki pengalaman dalam melatih klub besar.

Awal kiprah Hansi Flick sebagai nahkoda Munchen tak berjalan begitu mulus. Sempat meraih dua kemenangan penting kontra Borussia Dortmund dan Fortuna Dusseldorf, Munchen kembali menderita kekalahan beruntun dari Bayer Leverkusen dan Borussia Monchengladbach.

Awalan yang kurang baik itu tak menjadikan Hansi Flick sebagai persakitan di Bayern Munchen. Setelah menerima dua kekalahan beruntun, Thomas Muller cs dibawanya menuju puncak dengan tak terkalahkan selama 17 pertandingan berturut-turut. Termasuk saat mengalahkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions Eropa dengan skor telak 0-3. Bahkan di pertandingan tersebut, performa Bayern Munchen disebut-sebut seperti sedang mengajari Chelsea bermain sepakbola. 

Selebrasi pemain Bayern Munchen setelah menjebol gawang Chelsea di UCL. Sumber : goal.com

Catatan apik tersebut membawa Hansi Flick memecahkan rekor pendahulunya di Bayern Munchen. Nama-nama tenar seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti berhasil dilewati Flick dengan presentase kemenangan sebesar 82 persen (19 kemenangan dari 23 laga). Angka itu melewati perolehan Pep Guardiola yang menangani Munchen selama tiga musim dari 2013 sampai 2016 dengan torehan 77 persen kemenangan. Begitu pula dengan Ancelotti yang melatih Munchen selama semusim dengan 71,6 persen kemenangan.

Apiknya torehan Hansi Flick juga didukung statistik Bayern Munchen musim ini di Bundesliga. Berkat polesannya, The Bavarians berhasil menjadi tim paling produktif dengan mencetak 81 gol. Tak hanya garang di depan gawang lawan, Munchen juga kokoh di pertahanan dengan menorehkan catatan kebobolan paling sedikit yakni, 28 gol.

Kini menuju sisa musim, rasanya semakin mungkin Bayern Munchen akan kembali menjuarai Bundesliga. Dengan performa yang stabil, gelar juara akan kembali datang ke Allianz Arena. Tak hanya gelar liga, Munchen juga berpeluang menjuarai DFB Pokal yang sudah mencapai babak semifinal dan gelar bergengsi Liga Champions yang terakhir kali dimenangi pada tahun 2013.

Vantage

Dunia Paralel, Di Mana Waktu Terus Berjalan Mundur

Previous article

Van Halen: FUCK

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *