Vanview

Janggal The Last Czars

the last czars copy
the last czars copy

Wangsa Romanov merupakan dinasti paling tegar yang pernah berkuasa di tanah Rusia, negara yang punya luas seperenam belahan dunia dengan berbagai suku dan beratus bahasa di dalamnya. Namun kekuasaan dinasti yang telah mengibarkan panjinya sejak 1613 ini harus rela dianggap berakhir atau mati di awal abad 20, tepatnya di 1917 ketika Nicholas II harus rela turun takhta lewat kudeta-revolusi kurang terhormat yang dilakukan rakyat laparnya. The Last Czar mencoba menggambarkan perjalanan Sang Kaisar terakhir Rusia tersebut. Setidaknya serial ini telah mencoba, meski harus rela diterapa kritik panas dari berbagai aspek yang terasa kurang menjiwai.

The Last Czar merupakan serial dokumenter-drama yang dirilis Netflix pada Juli 2019. Bercerita tentang perjalanan takhta hingga kudeta Nicholas II yang didaulat sebagai kaisar Rusia sebagai pengganti raja sebelumnya yang tidak lain adalah mendiang ayahnya Alexander III yang wafat pada 1894. Alur The Last Czar dipandu kesaksian karakter-narator bernama Pierre Gilliard yang merupakan tutor bahasa Perancis bagi anak-anak Tsar serta disimpulkan oleh keterangan dan pendapat para ahli sejarah masa kini. Reka adegan dari kesaksian Pierre dan para sejarahwan lalu diperagakan sandiwarakan oleh beberapa aktor dan aktris.

Dalam serial ini karakter Tsar Nicholas II digambarkan sebagai seorang pemimpin yang punya banyak kelemahan, dengan sifat-sifat anehnya seperti bimbang, terkesan penakut, mudah dipengaruhi dan kerap menggambil keputusan besar tanpa pikir panjang. Seperti ketika Nicholas II dengan cerobohnya mengirim armada penuh dalam Perang Pasific dengan Jepang yang menghasilkan kekalahan telak pada pasukan Russia. Ataupun ketika dirinya dengan bodohnya tidak mengindahkan kelaparan rakyatnya dan malah berfokus pada keikutsertaan Russia di Perang Dunia I. Serta jangan lupakan perintah Nicholas II yang dengan tanpa pikir panjang dan nuraninya memerintahkan garnisun menembaki massa demonstrasi di alun-alun Istana Musim Dingin.

Kembali ke pembicaraan kritis pada film ini, The Last Czar nampak tidak terlalu menjiwai amarah rakyat yang pecah menjelang era revolusi. Nicholas II yang pada banyak literasi disaksikan sebagai sosok yang kejam dan diktator, di serial ini terlihat seperti Kaisar yang tidak bersalah betul atas apa yang telah ia perbuat pada tewasnya banyak nyawa di bawah tangan dingin dan komandonya.

Serial The Last Czar juga dikritik pedas pada banyaknya kesalahan bahasa, tata aksen rusia yang terasa dipaksakan, serta jalan cerita yang terlalu jauh melompat dari satu peristiwa penting ke peristiwa berikutnya yang membuat adanya pergesaran makna sejarah serta fakta.

Namun secara sinematografi, set tempat, wardrobe hingga beragam kesenian pun properti di film ini cukup mewakili kenikmatan penontonnya yang dicekoki konstan oleh nuansa peradaban di abad ke 20. Film ini terasa sangat mungkin menjelaskan secara singkat apa yang terjadi dalam Revolusi Rusia. Mengapa, seperti apa dan bagaimana berjalannya revolusi Russia serta nasib keluarga Nicholas II yang harus ditembaki secara biadab Kaum Bolshevik yang haus darah dan dendam padanya.

Vantage

Tentang Mudik, Film Lokal yang Tayang Ekskusif di Mola TV

Previous article

Imploding the Mirage : Awan Cerah dari The Killers

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *