Siapa yang tidak kenal dengan Coca Cola? Produsen minuman berkabonasi yang terkenal di seluruh dunia. Minuman ringan tersebut memiliki rasa yang khas dan kemasan yang mudah diingat setiap orang. Namun salah satu produk keluaran merek asal Atlanta, Amerika Serikat ini mungkin tak banyak diketahui keberadaannya. Adalah White Coke, varian Coca Cola yang dibuat khusus Jenderal tertinggi Uni Soviet, Georgy Zhukov. Minuman yang satu ini memiliki kisahnya sendiri yang mampu melewati batas ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang Dunia.

Coca Cola mungkin bisa mudah ditemui di belahan dunia manapun saat ini. Namun hal itu tak terjadi di Uni Soviet pada masa Perang Dunia II. Minuman fenomenal asal negeri Paman Sam itu belum bisa menembus pasar Uni Soviet kala itu. Ketegangan politik antar dua negara adidaya itu menjadi alasan mengapa Coca Cola kesulitan. 

Namun semua intrik tersebut tak berlaku bagi Jenderal tertinggi Uni Soviet (USSR) saat itu, Georgy Zhukov. Dilansir dari Russia Beyond, Pria yang mampu menaiklukan Nazi di Stalingrad itu benar-benar jatuh cinta dengan minuman Coca Cola. Kecintaannya bermula saat bertemu dengan Jenderal Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower. Zhukov pun langsung menyukai Coca Cola karena rasanya yang manis.

Menemukan Jalan Keluar

Zhukov pun kemudian meminta Eisenhower untuk membawakan Coca Cola ke negaranya. Namun sadar produk minuman tersebut terlarang di Uni Soviet, Zhukov pun bersiasat untuk membeli Coca Cola yang unik dan tidak berwarna seperti produk lainnya. Permintaan Zhukov pun disampaikan langsung ke manajemen Coca Cola. Mendapati permintaan khusus itu, Coca Cola segera menugaskan pabrik mereka di Wina, Austria untuk memeriksa apakah mereka mampu memproduksi Coca Cola bening.

How Georgy Zhukov, the Soviet Union's greatest military leader ...
Georgy Zhukov, Jenderal Uni Soviet di Perang Dunia II. Sumber: Russia Beyond

Singkat cerita, ahli kimia Coca Cola menemukan jika warna Coca Cola bisa jadi bening jika bahan karamel dihilangkan selama pembuatannya. Setelah berhasil menemukan formula yang tepat, Coca Cola juga mendesain bentuk botol baru untuk Jenderal Zhukov. Setelah semua siap, sebanyak 50 peti Coca Cola bening untuk Zhukov diangkut dengan menggunakan truk kargo, yang lolos melewati pemeriksaan bea cukai antara Austria dan Uni Soviet.

Kejayaan Coca Cola

Pada masa Perang Dunia II, Coca Cola menjadi lambang kebesaran Amerika di ranah global. Produsen minuman itu juga sukses mempromosikan produknya secara masif di seluruh dunia. Pada era itulah, Coca Cola mereguk kesuksesan besar dalam kampanye pemasarannya. Merek raksasa itu berhasil membangun 64 pabrik di wilayah Afrika dan Eropa. Berkat invasi itu, Coca Cola diperkirakan berhasil menyebarkan 5 miliar botol minuman pada Perang Dunia II.

Sadar akan pengaruh besar Coca Cola, Uni Soviet pun melarang peredaran di minuman tersebut. Terlebih pesaing minuman lainnya, Pepsi telah masuk lebih dulu ke negara Tirai Besi sebelum masa Perang Dunia.

Setelah puluhan tahun lamanya, produk Coca Cola bisa memasuki kawasan Uni Soviet secara masif ketika runtuhnya tembok Berlin pada November 1991. Momen itu dimanfaatkan Coca Cola untuk menggeber pemasarannya. Pihak Coca Cola membagikan enam kaleng produknya secara gratis kala itu dan strategi tersebut sangat berhasil karena setelahnya  Coca Cola menggeser Pepsi sebagai minuman ringan yang paling banyak dijual di kawasan Uni Soviet.