Tugas Mulia dan Resiko Tinggi Tenaga Medis Kala Pandemi Mengancam

Ini adalah momen terharu ketika pandemi menerjang dengan cepat, dan manusia-manusia bertahan hidup melawannya. Usaha penuh telah dilakukan, buktinya adalah cucuran keringat, air mata bahkan nyawa. Lara tersebut ada di semua tenaga medis yang dengan hati besar dan dedikasi tinggi bekerja merawat serta mengupayakan kesehatan para pasiennya kala teror dari virus yang sama mengancam dirinya sendiri.

Dokter, perawat dan tenaga medis adalah pahlawan yg berjasa dalam situasi tergenting di tiap bangsal-bangsal rumah sakit tempat terbaring lemasnya para korban corona. Dengan lambatnya distribusi dan semakin minimnya stok Alat Pelindung Diri (ADP) yang dimiliki negara para pahlawan ini tetap bekerja. Hingga cucuran keringat yang membasahi diri tak lagi diacuh.

Sementara kerja keras mereka mengupayakan sembuh para pasiennya, virus corona dapat mengancam tanpa peduli siapa. Musibah datang tanpa salam, dalam jumpa persnya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan 25 tenaga medis positif terpapar virus corona , 1 orang meninggal dunia. Pernyataan ini menunjukan bagaimana beresikonya pekerjaan mereka para tenaga medis di tengah badai pandemik seperti ini.

Selain dalam tugas mulianya, sesuai shift kerja keras mereka pada garda terdepan perawatan virus corona tidak luput dari kabar miring tetangga. Seperti yang diwartakan pada beberapa hari lalu tentang keluh kesah seorang perawat pasien corona yang harus diusir dari kosnya karena warga mensinyalir bahaya virus corona menempel pada tubuhnya. Perlakuan yang jelas tidak terhormat pada sang pahlawan medis tersebut pun direspon keras oleh banyak pihak dan menuai kecaman keras para warga maya.

Dukungan pada pejuang tenaga medis tanpa lelah ini sangat penting. Ungkapan semangat bagi mereka haruslah terus bergulir, sebagai motivasi untuk para garda terdepan ini agar tetap fokus dan yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah pekerjaan mulia. Pekerjaan yang patut diberi apresiasi tertinggi sebagai bentuk penghormatan baginya.