Suzanna Adalah Setan Terbaik Pujaan Kita Semua

Setan sudah menjadi bagian dari kehidupan ini sejak perjalanan bumi baru dimulai. Berbagai film mengenainya pun telah hadir dari puluhan dasawarsa silam.

Sekarang mulai bermunculan tayangan-tayangan di YouTube yang mengandalkan konten setan sebagai menu utamanya. Ada yang maksa, lebai, hingga terasa ‘tidak apa-apa’ saat menontonnya. Maksud dari ‘tidak apa-apa’ tersebut yaitu penontonnya dapat memakluminya sebagai tayangan yang memang tak dibuat-buat dan dianggap benar terjadi apa adanya. Dari situ pun kita seharusnya sudah dapat menyimpulkan, bahwa sedari dulu topik setan selalu menarik untuk dibahas. Dan selalu ada 2 kelas untuk penilaian level kontennya, ada kelas premium dan kelas abal-abal.

Patut kita syukuri yang sekarang hilir mudik di layar kaca serta layar perak nasional beberapa tahun belakangan ini adalah konten-konten setan premium, produksian sutradara pintar Joko Anwar. Sementara itu di YouTube ada beberapa konten lokal yang begitu niat produksiannya, misalkan ‘Diari Misteri Sara’ persembahan penyanyi Sara Wijayanto, dan ‘Jurnalisa’ dari penyanyi Risa Saraswati. Secara kebetulan juga mereka berdua sama-sama berlatar belakang sebagai penyanyi profesional. Hanya saja vlog Jurnalisa sudah lama tidak ter-update. Sementara Sara Wijayanto dan para sohib-sohib pemburu setannya seakan tiada pernah kehabisan ide untuk berburu dari satu ‘soket’ ke ‘soket’ yang lainnya di macam-macam tempat.

Dari zaman sang legenda Suzanna hingga ke era Si Manis Jembatan Ancol versi sinetron yang dibintangi salah satu perempuan terseksi era 90-an, Diah Permatasari, kemudian dari zaman film Jelangkung sampai dengan film Ratu Ilmu Hitam yang skenarionya ditulis oleh Joko Anwar, para sineas seakan selalu memberi pilihan tayangan setan terhadap para penonton, mengenai kelas apa yang ingin dipilih olehnya. Kelas pecandu film yang bermutu a la Joko Anwar kah, atau yang abal-abal seperti yang pernah dibuat oleh banyak sutradara lokal sepanjang awal 2000-an hingga beberapa tahun lalu. Namun satu hal mutlak dan tak mungkin untuk didebat adalah hampir semua film-film setan yang dibintangi oleh ‘setan’ idola kita semua, yaitu yang maha agung Suzanna, semuanya bagus. Sundel Bolong, Ratu Ilmu Hitam versi original, Perkawinan Nyi Blorong, Malam Jumat Kliwon, Malam Satu Suro, Ratu Buaya Putih, dan yang terbaik adalah Beranak Dalam Kubur, adalah film-film yang mengisi masa ‘seram’ sebagian dari kita, sewaktu kecil dahulu.

Kemudian pertanyaannya adalah “Film-film setan seperti apa kah yang termasuk ke dalam kelas abal-abal tersebut?” Biar Anda sendiri saja yang menjawabnya. Karena saya juga tahu, Anda telah mengetahui jawabannya.

Foto: Istimewa