Tagar #ValentineBukanBudayaKita Merupakan Viral Paling Goblok Yang Pernah Ada di Muka Bumi

Mungkin memang jiwa raga para pemrakarsa hal-hal antitesis kebenaran mutlak akan selalu melingkupi kehidupan sosial segala umat demi menetralisir segala bentuk yang sudah kita anggap baik dan yakini sedari kecil.

Kaum ini menyakralkan keburukan yang telah mereka percaya dan amini, kemudian mencari masa untuk pemasalan pembenaran, di mana tujuan akhirnya adalah menebar virus berburuk sangka terhadap pelbagai kebajikan yang sudah kita ikhlasi sedari dini. Sehingga niat cuci otak terhadap para pengikutnya melalui teori ‘mempersulit yang mudah dan baik’ akan menjadi benih-benih keyakinan super mutlak. Yang akan mengakibatkan bentrokan asas pemahaman secara maksimal di semua lini digital maupun ranah bincang sektor darat.

Munculnya tagar tengik #ValentineBukanBudayaKita merupakan pancingan kelas teri para pecundang pemburu kampanye yang dilakukan demi untuk memuaskan dahaga picu pelatuk pro kontra tanpa tujuan yang jelas serta terarah. Bedebah-bedebah ini jelas menargetkan kantong-kantong pemasok isu ras dan agama sebagai pion-pion sulut distriknya. Di mana goresan topik ras dan agama yang tertuang dalam tisu-tisu murahan produksi mereka akan mudah terbakar, sehingga dapat menciptakan polemik paling tidak penting dan terbodoh sepanjang sejarah media sosial berdiri.

Ketololan-ketololan yang terus diperbuat oleh kelompok penguji isu radikal ini akan selalu mengusik atas sadar para makhluk normal. Mereka akan terus berusaha memancing hal-hal baik untuk dihempaskan ke awan gelap, lalu menaruh keruh koreng secara habis-habisan, demi mendongkrak popularitas isu bangkek tiada mutu untuk hal-hal mundur seperti tagar #ValentineBukanBudayaKita, yang sengaja dibuat untuk membengkakan kadar sensitivitas terhadap seluruh bentuk yang sudah kita anggap sebagai sebuah kepositifan menjadi runtuh, seruntuh-runtuhnya.

Mungkin voucher surga syahwat mereka ada di belantara cuatan polemik-polemik model begini. Niat abadinya adalah membuat kadaluarsa segala perilaku keberadaban, dan menghancurkan keyakinan kita semua akan kemanusiaan ke jerumus lubang anti pemahaman yang mereka anggap paling nista. Kami melihat kelompok ini seperti sekawanan serigala yang sedang kelaparan, dan begitu niat mencari pusaran-pusaran populasi kerdil hati di berbagai penjuru negatif, demi menuntaskan niat jahatnya.

Demi Toutatis dan segala semesta berserta para pengisi acara Aneka Ria Safarinya, artikel ini dibuat hanya untuk memastikan saja, bahwasanya jumlah manusia yang menganggap tagar #ValentineBukanBudayaKita itu adalah salah satu kedangkalan berwujud pesimisme, jumlahnya lebih banyak daripada umat yang memercayainya.