Solois Jenius Indonesia Pada Setiap Era

Blantika musik Indonesia memang punya sejuta talenta. Setiap tahun, beribu karya suara tercipta dari elegannya pita suara dan teknik vokal yang saling berpadu juga nada-nada berkelas yang dihasilkan. Setiap tahun pula berpuluh solois baru terbit, hampir di setiap dekade punya jawaranya masing-masing. Jika harus memilih, siapa solois lokal favorit Anda sepanjang masa Indonesia?

Setiap dekade tentu punya bintang soloisnya masing-masing yang hadir mewakili aliran musiknya. Vokal hebat nan berkarakter, kemampuan aransemen nada kelas maestro, hingga tampilan busana pun kepribadian dari tiap-tiap solois, memberi sejuta variasi pada ramai dan derasnya industri musik pada eranya sendiri-sendiri. Begitu banyak kreativitas dan maha karya yang dipersembahkan.

Seperti gaung rock yang keras diputar sepanjang medio 70-an, mengorbitkan nama-nama beken penghasil irama cadas dengan vokal beringas sekelas Achmad Albar, Deddy Stanzah, Deddy Dores, Ucok Harahap, Harry Roesli hingga Gito Rollies yang merajai panggung demi panggung medio tersebut.

Tidak lupa penggubah gita-gita yang laku diputar pada setiap dansa dan pesta medio 80-an. Para solois ini seolah punya daya magis pembangkit euforia yang terkandung di setiap karyanya. Nama-nama solois sekaliber Chrisye, Fariz RM, Gombloh, Deddy Dhukun, Obbie Messakh, Candra Darusman hingga Guruh Soekarno Putra  contohnya.

Oh, jangan lupakan para solois wanita dengan kualitas karya bernas. Pujian setinggi-tingginya perlu dianugerahkan pada tembang-tembang yang dicipta Sheila Majid (meski dari Malaysia, namun kiprahnya lebih banyak dilakukan di negeri ini), Rafika Duri, Reza Artamevia, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Nicky Astria, Arie Koesmiran hingga Betharia Sonata. Para solois hawa ini sibuk malang melintang di dekade 80-90-an, dengan vokal indah, gaya khas dan pesona memikat yang dibawa masing-masingnya.

Sementara ketika memasuki akhir 90-an dan sepanjang pengawal dekade 2000, piawainya solois-solois seperti Ari Lasso, Tompi, Glenn Fredly, Once Mekel, Rio Febrian, Titi DJ, Krisdayanti, Melly Goeslaw, Rossa, Agnes Monica hingga Bunga Citra Lestari dalam memadu nada pun vokal kian mendapat sorotan. Kepopuleran mereka menutup cerita musisi-musisi lama pada era milenium. Kini waktunya mereka untuk bersinar.

Melompat ke 2008 sampai hari ini, beragam moniker solois muda berkualitas pun terbit silih berganti. Kemunculannya bak nabi baru yang digilai berjuta umat penggemarnya, karena sukses melahirkan tembang-tembang berjiwa dan melodius. Afgan, Raisa, Tulus, Maudy Ayunda, Kunto Aji, Isyana Sarasvati, Danilla, Monita Tahalea, Heidi, Sal Priadi, Teddy Adhitya, Ardhito Pramono, Pamungkas, Yura Yunita hingga Baskara Putra (Hindia) sukses meraup atensi besar penggemar dalam ranah padat karya dan deras arus industri musik tanah air.

Beberapa nama mungkin hanya sekedar numpang lewat dan terlupakan, sebagian masih eksis, sebagian pamornya mulai meredup, namun satu diantaranya menjadi pujaan hingga punya ruang khusus pada memori yang selalu dielukan sebagai solois hebat versi pribadi. Solois hebat memang selalu punya kharisma bagi para pendengar karyanya.