Menjadi Single Tak Seburuk Itu Kok..

Ketakutan untuk menyandang status single tak lagi menakutkan seperti dulu. Banyak orang yang bahkan bangga untuk menyatakan statusnya yang tak berpasangan. Ya, setidaknya mereka masih punya alasan untuk bahagia. Walau tanpa pasangan.

Hidup hampir seperempat abad telah mengantarkan saya memahami arti hidup yang sebenarnya. Tujuan untuk tetap bersemangat menjalani hari demi hari semakin bulat. Ya, Bahagia. Menjadi satu kata yang memiliki banyak arti dan persepsi bagi setiap orang yang memaknainya.

Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahagia memiliki arti yang sebenarnya sangat mudah untuk dipahami. Ba.ha.gia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Permasalahannya, parameter kebahagiaan tiap orang memiliki ukuran yang berbeda-beda.

Ada yang bahagia jika memiliki pemasukan yang berkecukupan, ada pula yang berbahagia jika memiliki pasangan yang bersedia menerima segala kelebihan dan kekurangan. Untuk poin yang kedua inilah, masih banyak orang disana yang kesulitan untuk mendapatkan sosok yang pas untuk dijadikan pasangan hidup.

Di Indonesia, menjalani hidup dengan status single menjadi salah satu tantangan yang lumayan berat untuk dihadapi. Orang yang menyandang status single akan dikategorikan sebagai orang yang kurang bahagia, kurang mapan, atau yang paling parah bernasib malang.

Penyandang status single juga sering dihadapkan dengan berbagai pertanyaan yang sangat menganggu. Tentu yang paling terasa saat momen hari raya tiba. Pertanyaan klasik macam “kapan nikah?” kerap ditanyakan hampir semua sanak keluarga. Meme yang menyinggung soal pertanyaan ini kerap muncul di lini masa media sosial setiap tahunnya.

Olok-olok yang menyinggung status single ini tak hanya datang dari orang biasa. Pejabat sekaliber Ridwan Kamil yang kini menduduki jabatan Gubernur Jawa Barat pernah memanfaatkan status jomblo sebagai pembahasan di media sosial pribadinya. Yang lebih ekstrim, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pernah mencanangkan program Kartu Jakarta Jomblo yang bertujuan untuk memastikan setiap warga Jakarta mendapatkan pasangan dan tak lagi hidup sendiri.

Pertanyaannya, memang menjadi single seburuk itu?

Nampaknya tidak demikian, Badan Pusat Statistik pada 2017 lalu merilis Indeks Kebahagian Penduduk. Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk dengan status belum menikah atau single memiliki angka indeks kebahagiaan tertinggi dibanding status perkawinan lainnya. Dilansir dari katadata.co.id, penduduk yang belum menikah memiliki indeks 71,53. Sementara penduduk dengan status menikah memiliki indeks kebahagiaan 71,09, penduduk dengan status cerai hidup (67,83) dan penduduk dengan status cerai mati (68,37).

Sebenarnya melalui data diatas, dapat menunjukkan bahwa orang yang menyandang status single juga bisa bahagia. Malahan, dengan statusnya tersebut orang yang single dapat memperoleh hal-hal positf lain. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa status single bisa mendatangkan keuntungan untuk pemiliknya.

Salah satu buktinya datang dari penelitian yang dipublikasikan di Journal of Marriage and Family pada 2004 lalu mempelajari kebiasaan olahraga yang dilakukan orang berusia 18-64 tahun. Hasil penelitian itu menyatakan bahwa orang yang belum menikah lebih sering berolahraga ketimbang orang yang sudah menikah terlepas dari jenis kelaminnya.

Orang yang menyandang status single juga terbukti lebih bugar. Dilansir dari kompas.com sebuah survei yang dipublikasikan di jurnal Social Science and Medicine menyatakan bahwa, indeks massa tubuh (IMT) orang melajang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang menikah.

Selain itu, orang yang menyandang status single bisa lebih menikmati hidup. Banyak kegiatan yang bisa leluasa dilakukan apabila tidak memiliki pasangan. Salah satunya travelling. Masa lajang bisa anda manfaatkan untuk berpergian ke tempat-tempat yang baru. Anda juga bisa lebih mengeksplor dan merasakan pengalaman lebih dengan melakukan solo travelling.

Kegiatan lainnya adalah tidur. Tidur sendiri ternyata lebih nyenyak bila tak ditemani. Menurut survey yang dilakukan National Sleep Foundation, teman tidur dapat menyebabkan Anda kehilangan sekitar 49 menit waktu tidur nyenyak.  

Untuk urusan pengembangan diri, menjadi single adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan diri agar lebih baik. Psikolog online Caroline Muller menyatakan bahwa status single adalah kesempatan untuk mengenal diri sendri dan mencintai diri lebih baik lagi.

Menurut Muller, dengan mempelajari diri sendiri juga akan membantu Anda yang single untuk bersikap ketika menemui sosok yang tepat. Anda bisa lebih memahami bahwa hubungan percintaan adalah tentang memberi, bukan meminta. Anda akan lebih percaya diri bila hubungan anda sedang mengalami hambatan. Karena Anda tahu cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dengan pasangan.

“Bayangkan dua orang yang saling mencintai diri mereka sendiri dan pasangannya setiap hari. Mereka memberi cinta satu sama lain alih-alih memintanya. Hubungan itu merupakan hubungan yang sehat dan indah,” ujar Muller.

Banyak manfaat dan keuntungan yang bisa anda dapatkan ketika menyandang status single. So, apakah Anda masih takut bila tak memiliki pasangan?