Sedari dulu program sinetron dan program sitcom katrok merupakan hal terburuk yang pernah terjadi di dunia pertelevisian. Teramat banyak konten jelek yang lahir dari sana, dan terlalu sering waktu yang dibuang secara cuma-cuma oleh bangsa ini hanya untuk menikmati drama-drama super sampah tersebut.

Entah mengapa, sejak angin sinetron mulai terasa kencang di layar tabung pada era 90-an, hampir setengah seisi penduduk bangsa ini seperti ternganga kagum oleh isinya, di mana mereka rela menyisihkan sebagian waktunya demi mengikuti program kejar tayang yang dioknumi oleh para rumah produksi maupun stasiun televisi pembuatnya. Orang-orang ini jelas sekali merupakan himpunan para kapitalis yang melakukan semua itu demi kebutuhan kocek pribadi para orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Siapapun yang ikut di dalam produksiannya merupakan hamba-hamba uang yang tidak pernah sedetik pun memikirkan kualitas skrip, gambar, maupun logika. Cerita bersambungnya selalu belaka, pokoknya asal sambung. Sementara itu di belahan televisi lain, banyak juga program lawak bego yang menawarkan kebegoan-kebegoan sejati untuk mengundang gelak para penontonnya. Percakapannya tidak berisi, sindir-sindirannya itu itu melulu, pembahasannya seputar duit, selangkangan, dan pembulian, lalu bintang tamunya pun artis-artis yang biasa berjualan dengan pemikiran dangkalnya.

Banyak pihak yang diuntungkan dari pembodohan berskala nasional ini. Termasuk aktor aktris yang ikut di dalamnya pun turut mereguk nikmatnya jadi kaya cepat melalui jalur sinetron. Mereka dibuat kaya dari kedunguannya. Pun demikian yang terjadi dengan host-host sitkom bodoh yang bertebaran di berbagai program dangkal stasiun televisi lokal. Sehingga tercipta pemikiran seperti ini: “bahwasanya negara ini memang sebagian besar lebih senang diasupi oleh acara-acara goblok tanpa logika, mulai dari sinetron hingga program-program sitkom rumpi kelas teri, yang mengandalkan lontaran-lontaran tolol.” Anda mau jadi bagian dari sejarah seperti ini? Warisan dari sinetron-sinetron bedebah ini ada pada program-program lokal dungu di YouTube.