Sejumput Cerita Kompilasi This is Bandung

Sejumput harapan mengalun dengan elok di benak saya yang kala itu masih berusia 21 tahun, untuk memuat lagu teman-teman yang bergerak di barikade musik brit pop tanah air, yang di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan indies, ke dalam sebuah bentuk kaset kompilasi.

Tahun 1998 akhir hingga 1999 awal saya tanya satu per satu teman-teman dari beberapa tongkrongan indies di Bandung, apakah ada yang bersedia untuk memberikan lagunya untuk dimasukan ke sebuah proyek kompilasi yang saya beri tajuk This is Bandung. Beberapa langsung siap grak, dan ada juga yang menyatakan tidak sanggup karena mereka belum memiliki lagu sendiri. Namun sebagian besar menyatakan dukungannya bahwasanya mereka akan turut membantu mempromosikan album ini seandainya sudah jadi, dan memastikan diri untuk hadir di acara perilisannya. Walau ada juga beberapa orang yang saya kenal secara pribadi meragukan proyek ini dan menyinyiri niat mulia tersebut.

Pemilihan judul ‘This is Bandung’ sendiri agak beresiko, karena sepertinya ini terdengar dan terlihat sebagai proyek yang merepresentasikan musik dari Bandung. Namun seorang rekan yang juga turut mempelopori lahirnya album kompilasi ini, yaitu Manfux, yang dikenal sebagai Electro Fux (sebuah proyek musik elektronik dari seorang pria matang dan mengenal betul ‘wilayah-wilayah’ komposisi jenis musik seperti ini) meyakinkan bahwa orang akan memahfumi setelah mendengarkannya. Apalah arti sebuah judul, ujar dia kala itu.

Setelah berkelana mengemis materi kepada band-band indies bawah tanah Bandung tersebut, akhirnya Charlie’s Angel, Kapal Terbang, The Bride, Electro Fux, dan Peanuts lah yang sepakat untuk turut serta ke dalam proyek sederhana ini. Materi-materi dari band tersebut saya kumpulkan, lalu dibawa ke sebuah studio di daerah Gerlong yang saya sendiri lupa namanya, untuk dilanjutkan ke proses mastering. Beberapa hari kemudian setelahnya, saya dan Amrin, yang notabene menyatakan dirinya sebagai bagian dari Electro Fux, membuat sampul album ini di kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika Bandung.

Setelah master lagu sudah di tangan, saya bergerak menuju Tropic (sebuah perusahaan duplikasi kaset dan CD), untuk memperbanyak kompilasi ‘This is Bandung’ ke dalam bentuk kaset sejumlah 250 keping. Dalam waktu beberapa hari boks berisikan kaset-kaset artefak jejak musik indies minor kota kembang ini sudah dalam genggaman. Bahagianya luar biasa! Saya pun bergegas memberitahukan kabar baik tersebut ke band-band yang terlibat melalui pager (alat komunikasi tahun 90-an). Dan, para personil The Bride, Kapal Terbang, Electro Fux, Peanuts serta Charlie’s Angel pun menyambutnya dengan respon sumringah. Selesai juga akhirnya, ujar mereka.

Dibantu oleh salah satu anggota band Peanuts, kami berhasil mendapatkan venue Club Pesta di Hotel Imperium Bandung untuk menggelar acara rilis kompilasi bersejarah ini. Lagi-lagi saya lupa, pesta indies ini diadakannya hari apa. Namun yang saya ingat betul pada malam itu hampir seluruh punggawa dari band-band bergenre ini hadir menyemarakan pesta kami.

Groupies bertebaran di mana-mana, pemuda pemudi yang berpenampilan bak jetset dari kancah skena musik britpop di Manchester, London, Liverpool berserakan di setiap sudut club, dan penampilan dari masing-masing pendukung album kompilasi This is Bandung sukses memberikan aksi terbaiknya. Tepuk tangan karena performa yang apik dari setiap band adalah bayaran yang nilainya tak terhingga. Sound yang dikeluarkan oleh para pengisi acara terdengar maksimal. Dan tentu saja pesta tersebut diwarnai wajah-wajah mabuk ceria yang merepresentasikan kenikmatan duniawi muda mudi indies kala itu. Senang, sesenang-senangnya.

Meski kontribusi This is Bandung tidak begitu ter-ekspos secara masif di dalam pergerakan musik indies tanah air, dikarenakan info yang sampai ke generasi selanjutnya hanya sayup-sayup mitos belaka, namun mereka yang turut menjadi bagian dari sejarahnya tentu sekarang bisa sedikit tertawa bahagia. Bahwasanya apa yang kami lakukan pada 21 tahun yang lalu secara tidak langsung menjadi salah satu tonggak inovasi kompilasi musik pop bawah tanah, yang juga menjadi bukti kongkrit suksesnya british invasion di negeri ini. Cheers!

Foto dokumentasi Peanuts