Sejarah Game Final Fantasy yang Penuh Jatuh Bangun

Final Fantasy adalah seri permainan bergaya RPG yang dirancang untuk platform Nintendo Entertainment System. Seri pertama ini dikembangkan oleh Square Enix pada 18 Desember 1987 di Jepang yang dikhususkan untuk pasar Amerika Utara, Australia, dan Eropa untuk banyak konsol.

Seiring perkembangan zaman maka game ini melebarkan sayap ke berbagai platform game hingga PC. Tak disangka, Final Fantasy merupakan seri game tersukses milik Square Enix, dan sekaligus menjadi seri game ketiga terlaris sepanjang masa dengan penjualan di seluruh dunia, yaitu mencapai 63 Juta Unit. Dibalik kesuksesan besar ini, tahukah kamu bagaimana Sejarah Game Final Fantasy Yang Penuh Jatuh Bangun ini?

Square Enix didirikan oleh Yasuhiro Fukushima dan Masafumi Miyamoto pada tahun 1986. Dahulu nama Square Enix adalah Square Co., Ltd atau Squaresoft. Square Co.,Ltd berhasil mencetak ratusan game yang rata-rata sukses dipasaran. Namun, karena krisis finansial, Square Co., Ltd pun memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan saingannya bernama Enix pada tahun 2003. Dari penggabungan inilah terlahir nama Square Enix.

Square Enix merupakan developer pertama yang memasuki industri game dan membuat game-game RPG sederhana untuk Famicom Disk System (FDS). FDS adalah sebuah perangkat berbasis disk dan digunakan untuk Family Computer atau Famicom, yang istilah internasionalnya adalah Nintendo Entertainment System.

Dan untuk Final Fantasy, awalnya game ini tercipta pada tahun 1987 karena sebuah keputusasaan, dimana peminat FDS ini sudah mulai menurun dari tahun ke tahun. Hal ini sangatlah berpengaruh kepada Square, karena terancam akan bangkrut karena mengalami krisis finansial.

Ditengah keputusasaan, seorang desainer Square yaitu Hironobu Sakaguchi bersikeras membuat project berupa game fantasy RPG untuk Famicom dan berbasis Cartridge yang terinsipirasi dari game Dragon Quest milik Enix. Project ini pun merupakan sebuah tekad “better to try” sebelum akhirnya Sakaguchi berencana untuk pensiun setelah membuat game terakhir ini.

Namun, siapa yang menyangka, game Final Fantasy pertama yang terlahir dari keputusasaan ini menjadi salah satu game tersukses di dunia yang diciptakan oleh Sakaguchi. Ini merupakan cikal bakal RPG terfenomenal sekaligus sebuah mahakarya Square Enix sampai saat ini.

Melihat hal itu, Sakaguchi pun mengurungkan niatnya untuk pensiun dan melanjutkan menggarap project seri Final Fantasy berikutnya. Game yang awalnya dianggap sebagai game penutup Square pun, ternyata menjadi game pembuka mereka untuk tetap eksis sampai sekarang. Berkat Final Fantasy I, Square bisa bernafas lega dan melanjutkan “Fantasy” mereka sampai saat ini.

Hironobu Sakaguchi, Pembuat Game Final Fantasy. Sumber: winpoin.com

Setelah dirilis, tidak butuh waktu lama untuk Final Fantasy menjadi salah satu game RPG paling berpengaruh di industry game saat itu. Berbeda dengan Final Fantasy yang kalian kenal saat ini, seri pertama Final Fantasy ini pun pemain bebas untuk memilih nama karakter dan job hingga equipment yang akan digunakan.

Hingga kini, seri utama Final Fantasy sudah mencapai seri ke 15, yang dirilis pada 21 November 2017 lalu untuk platform PlayStation 4 dengan mengikuti perjalanan protagonist utama yakni Noctis Lucis Caelum.

Tidak hanya itu, Final Fantasy pun juga diadaptasi ke dalam film serta berbagai game lainnya dan diangkat untuk game spin-off dan Universe seperti World of Final Fantasy, Final Fantasy: Brave Exvius, Justice Monster Five, dan masih banyak lagi.

Walau tak seaktif dulu, Hironobu Sakaguchi pun ditunjuk sebagai wakil Presiden Eksekutif untuk Square pada tahun 2001, dan tidak lama setelah itu dirinya menjadi Presiden Square USA, Inc.

Tahun 2001 ia pun ingin mencoba sesuatu yang baru diluar Square yaitu dengan mendirikan developer game bernama Mistwalker yang aktif pada tahun 2004 bersama dengan Kensuke Tanaka dan Nobuo Uematsu. Beberapa game dari developer ini adalah Terra Battle, The Last Story, dan Lost Odyssey. Perusahaan ini bekerja sama dengan Microsoft Game Studios pada tahun 2005.

Project Final Fantasy terakhir Sakaguchi adalah film “The Spirit of Within” yang menjadi kontroversi yang dinilai gagal dan merugi dalam sejarah film. Saat itu, Sakaguchi pun menjadi sutradara film dan mendapatkan penurunan jabatan, hingga akhirnya ia pun resmi mengundurkan diri dari square setelah Square Pictures ditutup.

Itulah Sejarah Game Final Fantasy Penuh Jatuh Bangun. Gimana menurut kamu guys, selain hobi main FF jadi tau juga kan sejarahnya!

Kredit foto: Game Hall