Phil Collins adalah drummer terbaik selama bumi berdiri. Dia piawai berinstrumen kala masih bersama Genesis, dan teramat mengagumkan ketika bercuap-cuap menyuarakan karyanya sendiri sewaktu memutuskan untuk menjadi solois termahir abad ini.

Para penggemarnya begitu menggilai ‘Follow You Follow Me’ dan ‘Invisible Touch’ yang ia ciptakan bersama rekannya di Genesis, Tony Banks dan Mike Rutherford. Perdebatan siapa vokalis terhebat di Genesis antara dirinya dengan Peter Gabriel akan selalu menjadi versus yang terfenomenal sepanjang histori seluruh band yang pernah memiliki dua vokalis. Peter Gabriel bagus bagi para fans Genesis yang senang akan musik rumit. Namun Phil memiliki poin lebih yang tidak bisa terelakan oleh para loyalis band tersebut, yakni isian drumnya yang mau tak mau harus diakui mampu membuat lagu-lagu Genesis jadi lebih aduhai, ditambah lengkingan falset dia yang membuat seluruh lagu Genesis pada eranya selalu terngiang-ngiang dikarenakan seluruh notasi yang sanggup mencuci otak kita-kita para pemuja grup ini.

Kemudian Phil Collins pun semakin ‘membius’ dan ‘memaksa’ kita dengan indah agar kesemua karyanya menjadi bagian dari kenangan setiap insan yang pernah mendengarkan kedahsyatan lagu-lagu ciptaannya. Siapa yang tidak pernah terjerumus ke dalam lirik ‘Groovy Kind Of Love’? Kemudian lagu apa yang tiba-tiba bisa membuat Anda entak-entak kegirangan kalau bukan karena ‘Sussudio’? Atau siapa yang besar di dekade 80’s dan tidak tersiram secara batin saat sedang digiring ke dalam perjalanan magis era 80-an ketika Phil Collins mengumandangkan ‘In The Air Tonight’? Bayangkan padu padan terbaik zaman itu, di mana Sonny Crockett dan Rico Tubbs dari serial duo detektif terkeren di Amerika (Miami Vice) menjadikan lagu ‘In The Air Tonight’ sebagai backsound mereka setelah keduanya sukses menembaki lawan-lawan busuknya.

Lalu bayangkan saat ia menggelar duet terheboh sepanjang sejarah pop bercahaya, yaitu ketika lagu ‘Easy Lover’ terbersit dengan begitu cerahnya melalui lengkingan dia bersama salah satu legenda disko masa itu, Philip Bailey (Earth Wind & Fire), oh, betapa dunia begitu bahagia pada masa itu. Kemudian orang-orang lagi lagi dibuat menjadi agak melankoli saat dia merilis ‘One More Night’, yang liriknya seperti meluluhlantakan perasaan kita semua ketika menyelaminya.

Rentetan keajaiban nada Phil urai secara sporadis di tembang-tembang ‘Take Me Home’, ‘Two Hearts’, dan ‘I Wish It Would Rain Down’. Sungguh kehadiran Phil Collins di muka bumi ini membuat dunia menjadi lebih nyaman untuk ditempati. Mungkin terbacanya lebai, namun memang demikian adanya bagi kami yang jatuh cinta dengan musik pop standar Phil Collins.