Peremajaan Lagu Popular Era Emas ‘Sesaat Kau Hadir’ Utha Likumahua, Oleh Pablo Cikaso

Lagu populer klasik gubahan Boedi Bachtiar yang sempat dipopulerkan Utha Likumahuwa, “Sesaat Kau Hadir”, mendapat treatment remix dari produser muda asal Bandung, Pablo Cikaso. Single remix ini dirilis tepat hari ini, Jumat, 6 November 2020 lewat label Warner Music Indonesia.

“Sesaat Kau Hadir (Pablo Cikaso Remix)” adalah single remix pembuka untuk rilisan Extended Play (EP) Utha Likumahuwa – Sesaat Kau Hadir Remixes, kumpulan beberapa remixes dan remakes untuk lagu legendaris tersebut.

Dalam karir sang legenda, Utha Likumahuwa, “Sesaat Kau Hadir” mendapat posisi penting, mengingat lagu tersebut adalah nomor yang melambungkan namanya. Pertama kali dinyanyikan di Festival Lagu Populer Indonesia 1987, lagu ini menjadi favorit di acara tersebut. Lagu ikonik ini juga ditahbiskan jadi yang terbaik kedua pada ASEAN Pop Song Festival 1989, dengan Utha Likumahuwa sebagai penyanyinya.

Pihak keluarga almarhum Utha Likumahuwa menyambut baik inisiatif proyek yang digagas WMI ini. “[Ini] merupakan perubahan yang menyegarkan! Karyanya di-mix sempurna tanpa kehilangan sensasi vokal beliau. Kami bangga banget sama [karya] ini!,” tegas Abraham Likumahuwa, putra kandung sang legenda, Utha Likumahuwa.

Melalui Pablo Cikaso (PC), gubahan “Sesaat Kau Hadir” mendapat warna baru yang belum pernah didengar sebelumnya. Lagu ini seperti terlahir kembali lewat sound yang baru, namun tanpa kehilangan sisi otentiknya. Vokal ikonik Utha Likumahuwa menjadi identitas penting dalam remix ini. Pun gaya remix Pablo Cikaso yang distingtif.

Raka Surya, sosok di balik PC, adalah produser muda asal Bandung, Jawa Barat, yang sebelumnya memang dikenal sering me-remake lagu-lagu—baik mainstream, maupun independen—menjadi khas ’80-an.

“Dan Bila (80’s Version)” adalah rilisan resmi pertama PC untuk single komposer Mondo Gascaro. PC juga baru merilis EP Nada di Utara yang berisikan komposisi originalnya dalam satu paket. Selain itu, PC sering melakukan bootleg remix untuk lagu-lagu seperti “Bersandar” (White Shoes and the Couples Companies), “Konservatif” (The Adams), sampai “Drive Safe” (Rich Brian) yang seluruhnya diberi warna vintage kuat dan detail.

Mengakui dirinya sebagai penggemar lagu-lagu Utha Likumahuwa, Raka awalnya memang berniat me remake/remix lagu Utha sebelum Warner Music Indonesia mengajaknya untuk proyek ini. “Tapi waktu itu rencananya untuk lagu ‘Tersiksa Lagi’. Tiba-tiba dapat kabar dari pihak WMI, dan luar biasanya saya dapet tawaran untuk meremix lagunya Utha Likumahuwa, sangat kebetulan sekali,” Raka menjelaskan.

Terkait proses, Raka mendeskripsikan bahwa dia memang ‘meraba’ struktur lagunya terlebih dahulu, namun baginya ini proses yang cepat. “Saya sudah mendengarkan lagu Om Utha ini sejak saya kecil, dengan nada-nada khasnya dan sentuhan jazz-nya yang membuat lagu ini cepat menempel di otak.” Raka menambahkan kalau “Sesaat Kau Hadir” memang merupakan lagu favoritnya.

Perilisan “Sesaat Kau Hadir (Pablo Cikaso Remix)” disertai dengan visualizer dan video lirik “Sesaat Kau Hadir”
“Sesaat Kau Hadir (Pablo Cikaso Remix)” tak cuma hadir dalam bentuk musik, tapi juga visual yang memanjakan mata. Visualizer untuk remix ini diproduksi oleh seniman visual Henry “Batman” Foundation.

Henry adalah artis visual dan sutradara yang sebelumnya dikenal lewat video-video ‘edgy’ yang diproduksinya bersama The Jadugar. Pop Hari Ini mendeskripsikan The Jadugar sebagai “pengobrak-abrik video musik Indonesia”. Karya Henry bersama The Jadugar adalah berbagai video klip untuk grup-grup independen seperti The Adams, The Brandals, Mocca.

Untuk “Sesaat Kau Hadir (Pablo Cikaso Remix)”, Henry memiliki cara unik untuk meng-generate visual. “Ini memang sejalan dengan proyek visual yang sedang saya kerjakan akhir-akhir ini; Eksperimen dengan pita VHS.” Henry menambahkan bahwa cara ini cocok untuk gaya musik city-pop ala Utha Likumahuwa dan Pablo Cikaso dengan visual ala ’80-an dan ’90-an.

“Jadi saya bikin grafisnya, kemudian print visual tersebut ke pita VHS, karena saya memang ada alatnya. Jadi konsepnya, di-print ulang lewat VHS,” jelas Henry soal proses pembuatan visual. “Ternyata hasilnya cukup otentik; kualitas VHS asli dengan resolusi rendah. ‘Buruk’ tapi estetik; VHS-aesthetics.”

Di waktu yang sama, WMI juga merilis video lirik resmi “Sesaat Kau Hadir” yang merupakan kolaborasi artis visual 3D, Okky Firmansyah dengan Alweenos. Prosesnya diawali Okky yang me-render berbagai objek untuk artwork cover Sesaat Kau Hadir Remixes, lalu Alweenos meresponsnya dengan animasi yang advanced. Lewat video lirik karya mereka ini, “Sesaat Kau Hadir” dikonsepkan sebagai mesin waktu untuk kembali mengenang era penting bagi musik Indonesia.