Tentang Virus Corona dari Mereka yang Berhasil Sembuh

Merebaknya wabah virus corona di berbagai belahan dunia telah menimbulkan kepanikan secara masif. Cepatnya penyebaran membuat setiap orang merasa takut menghadapi virus yang menyerang sistem pernapasan itu. Tetapi dibalik semua huru hara itu sebenarnya virus corona memiliki presentase kematian yang cukup kecil dan telah banyak para penderitanya yang sembuh secara total.

Penyebaran virus corona belum menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga detik ini. Setidaknya saat artikel ini terbit, total kasus virus corona sampai hari ini telah mencapai 198.152 kasus dengan angka kematian sebesar 7.954 orang berdasarkan data yang dilansir dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE.

Bila mengacu pada data tersebut sebenarnya rasio kematian akibat Covid-19 tergolong rendah bila dibanding dengan tingkat kesembuhan. Sampai hari ini, sebanyak 81.960 orang telah dinyatakan sembuh dari virus corona.

Di Indonesia sendiri sebanyak 172 kasus virus corona telah terkonfirmasi, dengan 5 orang meninggal dunia dan 8 orang telah dinyatakan sembuh. Kami telah merangkum beberapa pengalaman dari mereka yang telah pulih dari infeksi virus Covid-19, berikut penuturannya.

Amy Driscoll, Amerika Serikat

Amy Driscoll, 48 tahun asal Ohio, Amerika Serikat menceritakan bagaimana rasanya ia terinfeksi virus Covid-19. Dilansir dari Buzz Feed News, Driscoll menuturkan bahwa ia merasa baik-baik saja saat menuju tempat kerjanya pada hari Rabu minggu lalu. Sampai akhirnya beberapa jam kemudian, ia baru merasakan gejala yang mirip dengan Covid-19 seperti kelelahan, demam, dan sulit bernapas.

Tak lama setelah itu, Driscoll pun langsung berkonsultasi dengan sepupunya yang bekerja sebagai perawat. Dari hasil konsultasi itu, wanita berusia 48 tahun itu memutuskan untuk pergi ke ruang gawat darurat pada Kamis paginya. Mendapat penanganan medis, Driscoll langsung dibawa ke ruang isolasi untuk menjalani proses karantina selama beberapa hari.

Selama proses karantina, Driscoll diberikan obat pereda sakit kepala dan antibiotik untuk membasmi bakteri yang ada ditubuhnya. Setelah diberikan penanganan medis, Driscoll pun merasa bahwa kondisinya sudah lebih baik. Hari berikutnya ia pun sudah diperbolehkan pulang, meski harus berada dalam pengawasan medis sampai akhirnya ia sembuh secara total.

“Saya adalah wajah dari infeksi ini. Ini brutal dan saya berusia 48 tahun yang sehat tanpa kondisi yang mendasarinya,” tutur Amy Driscoll dalam status Facebooknya.

Dilansir dari BuzzFeed News, Driscoll menyatakan bahwa ia sembuh setelah postingan di Facebooknya menjadi viral, dan ia pun mendapatkan banyak dukungan dari komuntas lokalnya.

“Karantina tidak menyenangkan, tetapi saya lebih suka berada di karantina dan tahu saya tidak akan mengekspos orang lain pada ini  dan saya akan menerimanya,” tegas Driscoll.

Park Hyun, Korea Selatan

Korea Selatan menjadi salah satu kasus corona terbanyak dengan menempati posisi enam di bawah China, Italia, Iran, Spanyol, dan Jerman. Dilansir dari Vice, seorang pasien Covid-19 bernama Park Hyun menceritakan pengalamannya terinfeksi virus corona melalui akun Facebooknya.

Park menceritakan bahwa ia memiliki gaya hidup yang cukup sehat. Rutin berlatih gym, dan rajin mencuci tangan telah ia lakukan. Bahkan Park tinggal di daerah yang bebas dari virus corona. Ia pun sempat menanggap remeh bahaya dari virus Covid-19.

Pada 21 Februari lalu Park terkena radang tenggorokan dan batuk kering. Namun menurutnya hal ini biasa dialaminya jika kelelahan dan musim dingin. Setelah radang dan batuk, Park juga kesulitan bernapas beberapa hari setelahnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan tes di rumah sakit.

Melakukan tes adalah hal terberat yang dialami oleh Park Hyun. Saat menunggu antrian tes selama empat jam, ia pun pingsan dan kepalanya terbentur lantai. Setelah kejadian cederanya segera diobati dan Park dites virus corona.

Hasil tes menyatakan bahwa Park positif terinfeksi Covid-19. Setelahnya Park dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit. Selama perawatan, Park menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan diberi pasokan oksigen.

Setelah delapan hari menjalani perawatan di rumah sakit. Park dinyatakan negatif corona. Pemberian obat pun dihentikan dan keesokan harinya Ia pun diperbolehkan pulang. Meski begitu Park tetap dianjurkan untuk mengarantina diri di rumah selama 14 hari. Karena pasien yang dinyatakan sembuh masih memiliki kemungkinan untuk kembali tertular.

Setelah makin membaik Park pun menyarankan orang-orang untuk tidak memforsir tubuh dan menghindari keramaian.

“Tetap berpikir positif. Makan, minum dan tidur teratur. Hindari artikel-artikel yang membingungkan. Percayakan pada tim medis dan proses pemulihan kalian. Jangan terlalu mengkhawatirkan orang-orang di sekitarmu. Mereka pasti kuat,” ujar Park untuk orang-orang yang positif terkena virus corona.

“Kalian pasti bisa pulih seperti saya. Kita akan semakin kuat jika melewatinya bersama-sama,” tambah Park dikutip dari Vice.