Pandemi HIV di Industri Porno Akhir Dekade 90-an

Sejauh ini awam sekedar menyadari industri ini adalah tempat dimana kesenangan, kepuasan seksual, dan upah tinggi dapat sekaligus diraup. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah memang. Namun di balik layar banyak problematik dan intrik yang meneror setiap pelaku industri porno. Salah satu yang pernah menjadi perhatian adalah permasalahan HIV yang pernah mewabah di belakang orgasme tiap-tiap aktor dan aktris porno pada 1997-1998. Kisah lengkapnya diceritakan dokumenter Porndemic.

Tidak dapat dipungkiri lagi memang, rekaman video yang berisi lakon sensual antar sepasang kekasih yang sedang dilanda syahwat menjadi tontonan bernilai jual tinggi di medio 80-90an. Porno yang awalnya dianggap sebagai hal menjijikan lambat laun kian diakui sebagai sebuah komoditi bernilai tinggi. Legalitas dan penyebarannya pun kian tumbuh pesat, begitu juga dengan rumah produksi yang kian meledak jumlah serta calon aktris dan aktor barunya yang antriannya begitu mengular kala casting dibuka.

Sementara regulasi dan standarisasi kesehatan belum jadi perhatian serius kala di 90-an akhir. Gelimang popularitas, bayaran tinggi serta gaya hidup jetset penuh pesta dan narkotika seolah membutakan mata para aktor dan aktris porno pada fakta angka penularan virus HIV yang semakin bertambah deras tiap harinya. Begitu juga dengan industri yang total acuh pada masalah ini. Tidak ada seleksi kesehatan pada 1997, dan penggunaan kondom dinilai sebagai perusak estetika pun erotisme.

Hasilnya penghujung 1997 malapetaka ini memalingkan mata dunia. 5.8 juta orang terinfeksi virus mematikan ini hasil dari perilaku seks bebas, prostitusi dan bebasnya peredaran narkotika. Porno yang merupakan industri yang menjajakan seks rutin pun terpukul. Tes dilakukan pada tiap-tiap performernya dan hasil mengejutkan keluar. Hampir seperempat pelaku industri ini positif terjangkit HIV.

Hingga akhirnya serangkaian langkah pun ditemput asosiasi porno. Mulai dari berdirinya Adults Industry Medical (AIM), genologi mendalam untuk tracking siapa saja aktris-aktor yang kemungkinan terjangkit, hingga mencari siapa pasien 0 di industri yang melahirkan nama Marc Wallice sebagai biang keladinya. Pandemi ini memaksa industri porno berbenah. Serangkaian prosedur dan peraturan ditata demi keselamatan bersama.