Oei Hui-lan : Mengenal Sosialita Pertama Indonesia

Jauh sebelum peradaban mengenal koneksi daring dan media sosial sebagai kebutuhan dan gaya hidup bukanlah sebuah keharusan yang dituruti. Di kala kebanyakan orang lebih memprioritaskan bagaimana cara untuk makan, sepersepuluh saudagar dengan harta berlimpah memulai gaya hidup mewahnya. Kala sosialita belum menjadi sebuah kata, Oei Hui Ian memulai hal tersebut sejak masanya.

Silam waktu dini Indonesia belum mengenal bagaimana hedon hidup Anya Geraldine, Karin Novilda hingga Calista Cuaca, mundur jauh satu abad kebelakang Oei Hui Ian memulai semuanya sedari lahir. 21 Desember 1889, lahir dari keluarga terkaya asia perempuan berdarah Indonesia-China tersebut hidup bergelimang harta. Ayahnya Oei Tiong Ham merupakan seorang pengusaha gula terkaya se-asia. Dididik oleh sejumlah pengajar Eropa membuat Oei Hui-lan fasih berbahasa Inggris, Prancis hingga Mandarin.

Oei Hui-lan juga memiliki sejuta bakat. Pada 1905 dirinya menjadi bagian pertunjukan di Singapura dan menjadi sorotan media-media Eropa. Mendekati dewasa, paras cantik Oei Hui-lan semakin terlihat menawan. Ribuan priyai Asia banyak yang melamarnya, namun pilihan jatuh pada Wellington Koo, seorang negarawan Tiongkok.

Gaya hidup Oei Hui-lan yang mewah dan glamor kontras terasa jika dibandingkan dengan sang suami yang hidup sederhana. Paras cantik dan gaya hidupnya merupakan ikon perempuan asia pada masa itu. Hidup Oei Hui-lan adalah dambaan bagi semua wanita masa kolonial. Oei Hui-lan dikenal gemar memodifikasi dan mengcampur fashion tradisional dengan nuansa modern sehingga terlihat lebih elegan dan segar.

Tiga tahun berselang setelah pernikahan nya, kabar duka menimpah hidupnya. Sang ayah yang merupakan donatur terbesar pembiaya hidupnya harus meninggal dunia. Lebih parahnya, sang Ayah dengan 18 istri muda dan 42 anaknya tidak meninggalkan jejek pembagian warisan dengan jelas. Perdebatan Oei Hui-lan dengan saudara-saudara tirinya tidak berjung mulus. Muak Oei Hui-lan membuatnya hijarah ke tanah Amerika dan melanjutkan masa tuanya disana. Hingga akhirnya harus tutup usai di 103 tahun pada 1992. Hingga kini nama Oei Hui-lan masih dikenal sebagai Sosialita Pertama Indonesia.