Mengingat Kembali Betapa Ngaconya Dahsyatnya Awards dan Inbox Awards

Tahan tertawa Anda, nyatanya di tengah kian majunya industri permusikan Nusantara hari ini, hikayatnya pernah mencatat ajang-ajang penghargaan yang terkesan nyeleneh dan asal dalam proses pengkurasian nominasi dan pemilihan pemenangnya. Dahsyatnya Awards dan Inbox Awards namanya. Ingat?

Kembali ke akhir dekade 2000, kala itu arus tengah musik Indonesia masih dikuasai oleh dinasti pop-melayu yang sedang jaya-jayanya dan tren boyband baru memulai tumbuhnya, era yang menjenuhkan tentunya. Demikian juga dengan tayangan musik di televisi, Dahsyat dan Inbox jadi dua teratas yang saling salip rating dan daulat program musik terfavorit. Dua program musik ngaco dengan format sukses sama, live musik di halaman mal-mal atau pelataran kota, mengundang band ternama yang seringkali tampil secara lipsync dan penonton bayaran dipaksa antusias pada shaf terdepan yang membuat tayangannya nampak meriah kala di sorot kamera.

Kepopuleran Dahsyat dan Inbox tidak berhenti di situ, sebagai program musik ‘kecintaan’ masyarakat luas, keduanya mungkin merasa pantas menggelar sebuah ajang penghargaan/penganugerahan tiap tahunnya. Inbox memulainya di 2008, disusul Dahsyat yang mencoba formula serupa di 2009.

Namun tunggu dulu, nampak jelas ada yang janggal dari kedua ajang penghargaan ini. Entah siapa dan dari mana, yang jelas para juri, tim kreatif hingga jajaran yang terlibat nampak cukup nyeleneh, ngasal dan terlihat sangat subjektif dalam proses kurasi, baik dalam hal kategori maupun penentuan pemenangnya. Sebuah hal yang agaknya cukup membuat kita mengerutkan dahi ketika melihatnya.

Dahsyatnya Awards contohnya, setiap tahunnya ajang ini memasukan kategori yang nampak cukup tidak penting dan tentunya mengundang tawa geli. Nominasi Lokasi Terdahsyat dan Host Tamu Terdahsyat. Siapa peduli? Inbox Awards pun demikian, tidak kalah aneh, ajang ini dengan percaya dirinya mencantumkan Lokasi Paling Inbox, Chef Ajib Paling Inbox hingga Magic Box Paling Inbox. Hah?

Sukurlah, kedua ajang penghargaan ini tidak berumur panjang. Inbox Awards harus mengakhiri gelarannya di 2015 sedangkan Dahsyatnya Awards terakhir diselenggarakan pada 2018. Dua ajang penghargaan tersebut nampak tahu harus menyudahi perjalanannya di kala kian variatifnya tontonan berkualitas dan mulai selektif, cerdas, dan kian naik seleranya pendengar musik hari ini.