Membuang Sampah Sembarangan Sangatlah Tidak Keren. Banjir Adalah Salah Satu Hasilnya

Rasanya terlalu naif bila kultur salah-salahan tetap dipertahankan dalam masalah banjir. Lebih baik dikembalikan kepada diri sendiri, apakah kita sudah tertib dalam hal membuang sampah?

Banyak sudah peringatan agar tidak membuang sampah secara sembarangan. Namun sepertinya bebal sudah menjadi nama tengah dari masing-masing penghuni ibu kota. Kegiatan menghanyutkan barang di sembarang tempat, ibarat paket lengkap regulasi individu rakyat metropolis.

Dampak dari curah hujan yang terus menerus jarang dipikirkan, selalu terabaikan. Hal ini harusnya sudah disepakati dari awal, bahkan semestinya peraturan keras terhadap pelanggar para pembuang sampah sudah ditetapkan dari 4 dekade lalu. Demi menghindar dari kebanalan-kebanalan yang terus menumpuk, sehingga akhirnya terjadi sesal-sesal akibat dari keteledoran masal ini. 1 Januari 2020 adalah bukti kongkrit.

Bagaimana agar kita tetap waspada untuk mulai bisa berkontribusi mengurangi kemungkinan-kemungkinan dari banjir? Mulailah membuang sampah pada tempatnya. Sederhana, klise, namun penuh makna. Terkadang kita terlalu menganggap sepele masalah ini. Di kantor, rumah, tempat kerja, kampus, jalan raya, bahkan di taman, yang seharusnya kita sadari adalah sebagai salah satu rongga penyangga terpenting dari perkotaan, sampah selalu bertebaran. Jorok.

Mari perangi penyakit brengsek tersebut, jika kita ingin tempat yang dipijak bersama-sama ini kembali berseri. Membuang sampah sembarangan sangatlah tidak keren. Yang ada perkotaan kita makin bau dan carut marut. Warisan kesadaran akan kebersihan, adalah karunia yang tak terhingga bagi para penerus kita. Bagi teman-teman yang ingin update perihal kondisi banjir, ini salah satu aplikasi rekomendasi kami https://petabencana.id/map/jakarta