Marie Antoinette: Sosialita Paling Ngaco di Muka Bumi

Sementara harga roti yang jadi makanan pokok melesat naik, perut kelaparan, beberapa mati karena penyakit dan emosi kian membumbung tinggi di tiap-tiap kepala rakyat Perancis, Marie Antoinette tidak peduli. Dirinya masih sibuk party hingga defisit keuangan negara makin minus akibat berliter champagne yang dia tiap dalam tiap malamnya. Wajar jika saat revolusi beribu insan menginginkan kepalanya di guillotine dan dilempar ke kandang babi.

Bernama lengkap Maria Antonia Josepha Joanna Von Österreich-Lothringen, dirinya merupakan putri dari keluarga bangsawan Austria yang dijodohkan dengan Louis-Auguste, putra mahkota kerajaan Perancis yang lalu menjadi Louis XVI ketika pernikahannya dengan Marie berusia 4 tahun. Saat gelar tertinggi di tanah Perancis diemban suaminya, Marie resmi memiliki segalanya yang ia mau.

Menjadi Ratu Perancis membuat Marie hilang arah. Gelimang kuasa dan materi membuatnya kian terperosok ke lembah hitam. Dirinya larut dalam gaya hidup super mewah, dengan balutan hiburan sekelas pesta, judi, fesyen hingga perawatan mahal. Tiap malamnya berpuluh tamu diundang, dan puluhan jerigen champagne dituang ke setiap gelas mereka, sementara rakyat kelaparan dan Perang Tepung sedang terjadi, karena harga roti dan gandum yang kian tidak manusiawi.

Peran Marie sebagai ratu dinilai kian merugikan Perancis. Ditambah dengan kemelut hutang dan kelaparan yang semakin menjadi di seantero negara. Revolusi pun tidak terhindarkan, dampak dari kemarahan rakyat dan kekecewaan mendalam terhadap kerajaan dan pemerintahan yang bobrok. Istana pun di geruduk rakyat dengan senjata, keamanan tidak berkutik dan Louis XVI tetap tidak mau melarikan diri, dirinya berhati besar siap menanggung amarah rakyat, begitu pula dengan Marie Antoinette.

Rakyat Perancis sukses dalam revolusinya. Louis XVI dan Marie Antoinette ditangkap dan diadili dengan guillotine di Paris, tepat di hadapan para rakyat yang geram. Marie meninggal dalam usia 37 tahun dan Louis XVI di usia 38 tahun. Monarki terakhir di tanah Perancis yang harus menutup kisah dengan amat hina.

Marie Antoinette merupakan sosialita pertama di muka bumi, yang pertama kali menjadi sumbu haters.