Kompromi di Zaman Sekarang

Kompromi adalah satu kata yang lazim ‘dihayati’ oleh siapapun, apalagi dalam kondisi seperti situasi belakangan ini. Kamu mau makan apa, harus kompromi dengan perut. Anda akan bekerja sama dengan siapa, otomatis harus kompromi dengan calon rekan kerja juga atasan. Kemudian mereka harus bertahan di sebuah lingkungan yang menurutnya baik untuk mereka, ya sudah pasti konsekuensinya orang-orang itu harus banyak menanggalkan ego serta idealisme agar bisa adaptasi dengan enviromental terbarunya.

Orang mulai terbiasa berkompromi sejak peradaban baru dimulai. Namun kita kali ini berbicara dalam level santai saja. Yakni perhitungan komprominya hanya melibatkan beberapa dekade belakangan ini saja. Di mana 30 tahun lalu mereka yang sudah dewasa dan tinggal di negara ini, pada era tersebut lebih banyak berkompromi dengan kemanut-manutannya terhadap arahan penguasa dan para kroninya. Tak perlu ikut-ikutan menjadi oposisi, cukup menjalankan kehidupan yang sudah dijamin oleh pemerintah, diperkirakan 90 persen kehidupan kita pastinya akan baik-baik saja.

Sementara jika Anda termasuk orang-orang yang besar di masa 90-an, kompromi terbesarnya adalah masalah cinta. Karena pada saat itu sebagian besar kawula muda hatinya selalu dipenuhi perasaan berbunga-bunga, sehingga mereka-mereka ini kudu berkompromi dengan haru biru percintaan kisah-kisah romansa bersama pasangan, pun incarannya. Apalagi pada dekade itu hampir semua lagu-lagu yang berada di Top Chart, didominasi oleh musisi maupun grup musik yang menawarkan formula nada-nada yang mudah diingat, dengan lirik puitis yang bermaksud transparan, dan disertai bermacam selipan benang-benang sastra.

Sementara kompromi era terkini adalah kepekaan kita terhadap dunia digital, yang untuk sebagian orang kondisinya sudah mulai memuakan, dan bagi sebagian lagi adalah sebuah populasi yang sangat menguntungkan. Sekarang cari uang banyak bisa banget lewat media sosial. Lalu cari pasangan, mudah sekali mencarinya melalui sebuah aplikasi. Mau makan enak pun tinggal ‘ting’. Mau selingkuh juga tinggal ‘tong’. Jadi konsentrasi kompromi zaman sekarang seperti apa? Ya justru hal-hal yang memudahkan kita dalam berkehidupan perlu kontrol tinggi untuk menyeimbangkannya. Jadi, untuk zaman sekarang hampir sebagian besar dari kita lawan terberatnya adalah berkompromi dengan segala kemudahan teknologi terkini, yang justru bisa menjadi senjata makan tuan yang paling fatal dari segala yang terfatal yang pernah terjadi di dalam kehidupan Anda dan kita semua.