Kelegendarisan January Christy Yang Sulit Dicari Tandingannya

January Christy merupakan salah satu penyanyi perempuan yang besar di era 80 dan akhir 90-an, di mana beberapa 4 albumnya berhasil meraih penjualan yang cukup luar biasa pada masa tersebut.

Lagu hit dia yang paling dikenal bertajuk ‘Melayang’, yang diciptakan oleh duo mahsyur kala itu, 2D, terdiri dari Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun.

Di dalam album ‘Melayang’ yang rilis tahun 1986, terdapat 10 track yang kesemuanya berhasil membawa kesegaran terhadap perpetaan musik Indonesia pada zaman itu. Di antaranya terdapat lagu-lagu yang ‘beracun’ seperti: ‘Melayang’ (Cipt. Dian Pramana Poetra, Deddy Dhukun), ‘Kepastian’ (Randi Anwar, Lusi Indarjati), ‘Kisah dan Waktu’ (Herman Gelly), ‘Langkah Masa Depan’ (K3S), dan ‘Tuhan Ada di Mana Mana’ (Dodo Zakaria, James F Sundah). Semua pencipta lagu yang terlibat merupakan kumpulan songwriter papan atas Indonesia untuk selama beberapa dekade.

Sementara untuk album keduanya January Christy “Aku Ini Punya Siapa” yang dirilis tahun 1987, beberapa legenda pop jazz tanah air dengan ikhlas turun gunung berjibaku demi memberikan kontribusi terbaiknya terhadap seluruh karya-karya dalam album ini. Mengapa? Karena orang-orang ini begitu cinta terhadap warna vokal January Christy.

Sebut saja keturutsertaaan pianis vokalis legendaris Candra Darusman dari grup fussion jazz Karimata yang juga sekaligus leader kelompok suara Chaseiro yang memberikan sebuah karya penuh nuansa pop jazz yang sedikit mellow berjudul ‘Kenyataan Silih Berganti’. Lalu ada lagu ‘Masa Masa’ yang diciptakan oleh pemain bas terbaik nusantara pada saat itu, Erwin Gutawa, yang bekerja sama dengan komposer Harry Kiss, untuk membuat lagu ini menjadi paket karya yang sempurna serta abadi.

Sebagai tambahan informasi, Erwin Gutawa pun merupakan personil dari band Karimata, dan di album ini, selain Candra Darusman, Erwin Gutawa, ada juga Uce Haryono dan Denny TR yang notabene juga anggota grup Karimata. Jadi, sahih ya, jika warna album ini musiknya terdengar agak-agak berbau Karimata.

Selain itu jagoan di dalam album “Aku Ini Punya Siapa”, ada lagu bertajuk sama dengan judul albumnya sendiri, yaitu ‘Aku Ini Punya Siapa’, ciptaan duet maut Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun. Kemudian ada lagi lagu ‘Bertahan’ ciptaan James F. Sundah, ‘Tiada Waktu Tuk Cinta’ ciptaan Oddie Agam, dan ‘Kita Berdua Satu’ karya dari Ricky Basuki.

Lagi-lagi di album ketiga January Christy yang berjudul “Mana”, sentuhan magis Dian Pramana Poetra serta Deddy Dhukun berhasil mencuatkan tembang tersebut menjadi hit yang paling popular dari seorang penyanyi perempuan di tahun 1989 ketika album itu dirilis. lagu ini sangat sering sekali diputar di program musik TVRI yang paling terkenal pada saat itu bernama ‘Selekta Pop’.

Di album terakhir January Christy yang bertitel “Tutup Mata”, ini seperti sebuah tanda akhir dari karir berkesenian salah seorang penyanyi pop bosas jazz papan atas negeri ini, yang maha January Christy, untuk mengakhiri kiprahnya di dalam album-album musik pop jazz Indonesia berkualitas. Rilis tahun 1990, lagi-lagi dibantu oleh tiga dari anggota grup Karimata, seperti Erwin Gutawa, Budhy Haryono, dan Aminoto Kosin, hingga album ini menelurkan hits berkualitas seperti: ‘Tutup Mata’, ‘Tersenyumlah’, ‘Bila di Hati Masih Ada’, ‘Mereka Juga Kita’, ‘Salam Mentari’, dan ‘Bumi Putih’. January Christy berhasil membuktikan bahwa ia sukses menutup karirnya dengan 4 album cerkas ekstra cemerlang!

Selamat jalan January Christy, beliau telah meninggalkan kita semua untuk selamanya pada September 2016 lalu di Bandung. Terima kasih untuk seluruh karyamu!