Skenario Kelam Rockefeller Foundation Yang Pro Kedepresian

Dalam panik bersebab pandemic COVID 19 yang menerjang tanpa tahu kapan buntut penyelesaiannya, kabar miring dan isu pun menyebar luas dengan kencang. Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh serangkaian teori yang menyebutkan wabah ini semua merupakan ulah Rockefeller Foundation. Teori konspirasi yang skenarionya sedemikian menakutkan akan dunia modern di bawah kekuasaannya.

Perbincangan inti dalam teori ini merupakan skenario tanpa kejelasan resmi yang akan dimainkan organisasi besar yang punya hasrat menguasai dunia dengan teknologi dan kuasa, dengan pemantik awal pandemi COVID 19. Pokok permasalahan bersumber dari terkuaknya laporan dari sebuah kajian ilmiah berjudul Scenarios for the Future of Technology and International Development yang dibuat Rockefeller Foundation.

Beberapa yang dimuat dalam kajian ilmiah tersebut sama dengan yang terjadi hari ini, walaupun dalam skenario menjelaskan hal ini akan terjadi di 2010 lalu. Skenario tersebut pun dipilah menjadi 8 tahapan. Pertama, skenario ini menjelaskan tentang akan adanya wabah flu baru yang sangat mematikan. Kedua, dalam skenario ini dijelaskan ekonomi dan industri dunia akan mengalami kelumpuhan. Ketiga, dampaknya akan terasa pada tutupnya toko-toko dan PHK masal. Keempat, tentang China yang merupakan negara pertama yang berhasil melakukan lockdown dan dijadikan contoh dunia. Kelima, penduduk dunia akan menggunakan masker dan pengecekan temperatur akan dilakukan di pintu-pintu masuk. Kelima tahapan ini seolah yang terjadi di dunia hari ini dan kian menguatkan keyakinan keabsahan skenario Rockefeller ini.

Ketiga tahap selanjutnya adalah yang paling menyeramkan. Pada tahap keenam, disimpulkan wabahnya akan hilang, namun dominasi dan kontrol secara otoriter akan tetap berlangsung. Ketujuh, dunia akan menjadi seperti sebuah tahanan dan seluruh rakyat merasa tertawan. Pada tahap kedelapan, rakyat yang sengsara akan menyerah dan merasa sukarela untuk dipasangi chip dalam tubuhnya yang nantinya akan jadi mata uang sekaligus pengontrol keseharian di bawah tangan organisasi besar ini.

Di luar semua kebenaran dan ketepatan skenario ini sebagai manusia yang baik ada baiknya kita tetap berpegang teguh pada fakta dan data yang jelas. Toh semua yang termuat di dalam dan identitas resmi kajian ilmiah ini belum terbukti sama sekali kevalidan dan kebenaran rencananya. Tetap semangat, berfikir positif dan rasional akan lebih menyehatkan.