Ironi Putaran Kenangan Buruk Dalam Fitur Canggih Google Photo

Berapa jumlah total foto-foto yang tersimpan dalam galeri smartphone Anda? Pastinya mencapai jumlah ratusan atau bahkan ribuan dan dengan berbagai jenis mulai dari tangkapan layar, kiriman teman atau foto-foto pribadi yang punya cerita dibaliknya. Dengan jumlah sebanyak itu, foto-foto yang tersimpan tentunya memakan banyak ruang memori dan sukar untuk dikategorikan. Untuk itu Google Photo hadir dengan segala fitur-fitur terdepannya.

Google Photo adalah aplikasi yang cocok dimiliki photogenic ataupun para penghobi fotografi. Fitur beragamnya menunjang kebutuhan, mulai dari penyimpanan otomatis, penyuntingan warna, hingga pengkategorian foto termutakhir dengan bantuan kecerdasan buatan yang memudahkannya. Semenjak kelahirannya pada 2015, Google Photo pun kian menjadi aplikasi yang punya nilai tinggi dan ramai pengguna.

Salah satu sektor yang diunggulkan dan menjadi nilai guna berguna Google Photo adalah dari segi penyimpanan. Dengan menggunakan Google Photo setiap usernya memiliki kapasitas penyimpanan besar atau bahkan tak terhingga yang dapat didapatkan dengan gratis. Selain itu Google Photo memungkinkan penggunanya untuk mengaktifkan fitur auto backup photo yang mengintegrasikan gawai seluler dengan cloud storage milik Google, sehingga para penggunanya tidak perlu khawatir dengan ketidaksengajaan fotonya terhapus, hilang, terformat, atau sebab lainnya yang tidak diinginkan.

Namun ada satu cela yang sedikit menyebalkan dari kehadiran fitur auto backup dari Google Photo ini. Dengan mengaktifkan layanan auto backup artinya Anda menyetujui untuk mem-backup semua file berkestensi foto yang masuk ke gawai seluler untuk disimpan secara otomatis. Bahkan beberapa foto yang tidak diinginkan mau tidak mau akan terunggah pula ke dalam penyimpanan cloud pribadi Anda. Sebagai mana sifat foto yang menyimpan kenangan dan cerita terdahulu, beberapa foto yang sebenarnya merupakan aib, kenangan buruk ataupun rahasia bisa jadi ikut ter-backup­.

Hal ini tentunya sedikit menyebalkan mana kala hidup baru nan tenang hari ini harus dikacaukan dengan melihat kenangan-kenangan kelam tersebut. Belum lagi dengan hadirnya fitur Memories yang mengkilasbalikan beberapa foto-foto lampau yang terunggah secara live. Tentunya masalah ini menjadi sebuah ironi menyebalkan yang harus dibayar di dalam kecanggihan fitur yang dimiliki Google Photo.