Masing-masing memiliki jumlah pengikut yang luar biasa sekaligus militan, di mana loyalitasnya turut berpengaruh terhadap para pelaku industri yang pekerjaannya fokus terhadap kedua genre ini. Hair Band dengan segala keglamoran dan seks bebasnya, lalu New Wave beserta suka duka peluh pop dan berbagai drama hiruk pikuk narkobanya.

Skid Row, Motley Crue, Ratt, Faster Pussycat, Roxus, Whitesnake, Poison, Van Halen, Bon Jovi, Twisted Sister, merupakan barisan garda utama Hair Band yang menjadi gerbang pembuka kemasyhuran kelompok pria pemuja hairspray dan perempuan berbodi montok tersebut. Nada-nada riang galau yang terbersit di dalam setiap lagu-lagu ciptaan mereka, dan sentuhan gelora efek Metal Zone yang senantiasa meraung-raung mencuri perhatian di dalam segala outro karya-karyanya, berhasil mendatangkan popularitas kelas global, sehingga pendapatan anak-anak muda 80-an ini menjadi begitu gemilang, dan sekaligus menempatkan mereka sebagai orang-orang kaya papan wahid.

Hair Band adalah sebuah gelombang musik yang sudah menjadi legenda dari kehidupan di dunia lampau, bumi kini, dan alam nanti. Mereka bak semesta sendiri, mandiri dan urusan kerusuhan serta permabukannya sungguh tidak merepotkan kehidupan sosial. Namun bagi sebagian manusia yang kontra terhadap kehadiran Hair Band, aliran musik ini dianggap bejat, sampah, dan tak bermoral. Sungguh sebuah penilaian dangkal, yang sengaja diciptakan oleh sebagian orang tua masa lalu yang sok berakhlak, dalam rangka melancarkan misi mereka untuk membuat kehidupan di muka bumi semakin bermoral serta selaras. Pleh.

Sementara itu New Wave adalah gejolak pop yang tak terbendung dan akan selalu bersinar sampai kapan pun. Kemungkinan besar aliran ini akan tetap dikenang hingga kiamat tiba. Nama-nama jenius seperti The Police, New Order, The Cure, Duran Duran, Depeche Mode, Talking Heads dan Pet Shop Boys, oleh para produser dan label dibuat seperti menjadi candu propaganda Eropa. Hal ini dianggap oleh media sebagai bentuk perlawanan mereka dalam rangka menjernihkan kehidupan musik pop di era lalu yang dianggap terlalu monoton. Lirik-lirik romansa yang mengundang rasa horni terhadap lawan jenis, kemudian not not tuts kibor yang penuh misteri kegalauan, kemudian ditambah ilustrasi visual yang berwarna warni, di mana sesekali tertiban oleh warna hitam, sukses menjadi fenomena musik terbaik pada dekade tersebut.

Hasilnya? Apa yang telah dilakukan oleh rombongan Hair Band dan New Wave di era tersebut, bisa Anda dengar dan lihat pada musik pop hari ini.