Oceh Lantur Tentang Generasi Corona dan Nihilisme 2020

Oceh Lantur Tentang Generasi Corona dan Nihilisme 2020

Selepas semuanya, mungkin 2020 akan punya lebih banyak bekas dalam memori manusia yang telah hidup dan merasakan getirnya awal hingga pertengahan tahun sial ini. Dengan semua tragedi serta peristiwa yang bersebab dari virus pernafasan yang lambat launnya semakin ganas ini, 2020 mengunci pikiran seluruh manusia di berbagai belahan dunia melalui teror krisisnya. Mungkin kelak, semua yang berawal di tahun penuh lara ini cocok diberi juluk Generasi Corona.

Pemuda pemudi yang dengan gagah berani dan solidaritasnya di ’98 turun kejalan untuk menuntut kebenaran layak mendapat gelar Angkatan Reformasi. Lalu semua yang memulai hidup atau mengakhiri studi di pergantian abad tahun 2000 cocok diberi moniker Generasi Milenium. Maka Generasi Corona agaknya pas untuk kita semua yang yang harus melewati kelamnya masa pandemi dan hidup dalam seruan lockdown dan social distancing sementara.

2020 akan punya banyak cerita lara usainya. Tahun dimana awal kedatangannya dirayakan dengan sedikit senyuman akibat hujan tidak berkesudahan, Februari penuh dengan kecemasan, lalu Maret-April dengan kejenuhan. Tahun malang yang membuat beberapa manusia memikirkan kembali imannya tentang hari akhir peradaban.

Sekedar mengawang-ngawang akan seperti apa dunia setelah polemik dan krisis dari pandemi virus corona atau COVID 19 di tahun ini usai. Akankah semua yang selamat dan melewati fase menakutkan ini cocok diberi gelar atau sekedar sebutan “Generasi Corona” ataukah peristiwa ini hanya akan jadi angin lalu di tengah carut marut pikiran akan polemik yang akan datang selanjutnya? Jika iya, maka sebaiknya persiapkan diri, niat, harapan dan doa untuk lebih kuat menghadapi masa gila yang tidak dapat dihindari datangnya kelak.

Share this article :
Vantage Banner Ads