Gejala Akut Butuh Pengakuan

Hari gini masih saja bertebaran orang-orang yang merinding dansa saat ditegur, disapa, oleh mereka yang dirasa memiliki kasta sosial lebih tinggi darinya. Sungguh menyedihkan.

Ini merupakan gejala manusia yang butuh pengakuan secara berlebihan, di mana dari ke hari hari populasinya makin bertambah, terutama di ibu kota. Padahal kedekatan kita dengan sosok terkenal itu sungguh sama sekali tidak berpengaruh terhadap kocek penghasilan, apalagi jodoh. Mengkhawatirkan sekaligus menyedihkan, karena di Jakarta yang isinya sebagian besar orang-orang berpikiran maju, masih saja berseliweran tipe-tipe pansos macam mereka, yang merasa sedang berada di wahana semi Firdaus, ketika orang-orang yang lebih terkenal darinya menegur manusia golongan macam ini, lalu oleh mereka si kaum butuh pengakuan ini dijadikan cerita baru lagi untuk konsumsi media sosialnya.

Orang-orang dengan tipe seperti ini biasanya berkumpulnya lagi dengan yang satu frekuensi, sehingga terciptalah populasi ‘kumpulan manusia butuh pengakuan’ yang jumlahnya kian membengkak, yang mengakibatkan sebuah masa di mana mereka mereka ini terlalu mengada-ada terhadap kehidupan maupun cara berkomunikasinya. Sedih, namun nyata.

Sudah tinggalkan saja manusia-manusia macam ini. Nanti yang kasihan malah Anda sendiri, di mana bermacam kesusahan akan menanti Anda, jika sudah masuk ke himpunan bani adam pecinta ‘butuh pengakuan’ pemburu ‘pencitraan’.