Fitur Baru LinkedIn: LinkedIn Stories

Aplikasi sekaligus situs media sosial yang banyak digunakan oleh para pencari kerja, LinkedIn, menyajikan fitur Story, serupa dengan yang dimiliki Instagram, namanya: Linkedin Stories. Fitur tersebut sangat mirip Story di beberapa media sosial populer.

Umumnya orang menggunakan LinkedIn sebagai situs media sosial para profesional berbagi kiat cari mencari kerja, hingga pengumuman lowongan kerja dari perusahaan, perusahaan pencari pekerja, dan mereka yang berprofesi sebagai HRD. Di mana para penggunanya bisa membuat profil mereka sesuai dengan portofolio yang telah dilewati selama ini.

Perusahaan pun dapat membuat profil di LinkedIn untuk membagikan informasi seputar mereka, dan utamanya perihal peluang lowongan kerja di perusahaan tersebut. Dengan penyajian tersebut, LinkedIn sukses menjadi salah satu platform yang menarik bagi para pencari informasi pekerjaan. Dan, demi meningkatkan fitur sosial yang semakin interaktif, LinkedIn menghadirkan fitur baru. Mirip dengan media sosial populer, seperti Facebook, Instagram, dan Snapchat, kini pengguna LinkedIn bisa membikin stories.

Mereka sudah resmi memperkenalkan Linkedin Stories. Hampir sama dengan stories di kebanyakan media sosial, para pengguna bisa posting gambar dan video pendek. Kita juga bisa menambahkan teks dan stiker pada LinkedIn Stories. Dengan fungsi LinkedIn yang semakin luas, tentu saja ini akan menambah jumlah para pengguna aplikasi tersebut.

Durasi video yang bisa di-posting lewat LinkedIn Stories maksimal 20 detik. Di mana LinkedIn Stories bakal terpampang di profil LinkedIn Anda akan bertahan selama 24 jam.

Dengan demikian, membagikan informasi seputar pekerjaan semakin menarik dan interaktif melalui Linkedin Stories. Bukan hanya membagikan informasi seputar lowongan pekerjaan saja, kita pun bisa membagikan momen menarik saat sedang bekerja.

Namun disayangkan LinkedIn belum menghadirkan fitur tersebut di seluruh negara. LinkedIn Stories baru dapat digunakan di beberapa negara saja, seperti Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Brasil, Australia, Belanda, dan Uni Emirat Arab.

Kita tunggu saja penayangannya secara global dalam waktu dekat.

Foto: forbes.com