Fifty Shades Of Grey dan Kecenderungan Publik Pada Dominan Seks

Temuan mengejutkan datang dari data yang dirilis PornHub dalam Year In Review. Data yang menghimpun seluruh aktivitas pengunjung selama kurun waktu satu tahun tersebut mengemukakan bahwa mayoritas pengunjung wanita di situs-nya mencari kategori-kategori seks keras seperti hardcore, bondage, dominance, submission hingga sadism, terutama saat gembar-gembor film Fifty Shades Of Grey ramai dibicarakan.

Fifty Shades Of Grey merupakan film drama-erotis yang bercerita tentang hubungan seorang wanita belia bernama Anastasia Steele yang terlibat asmara dengan seorang pengusaha kaya dengan kecenderungan seksual dominan-nya bernama Christian Grey. Dirilis pada 2015, film ini berisikan banyaknya adegan ranjang bertemakan dominance, submission hingga bondage. Alur cerita dan tema berbeda yang dilakonkan Fifty Shades Of Grey membuat film ini jadi bahan pembicaraan. Kepopuleran film ini nyatanya berpengaruh terhadap selera penontonnya. Film ini terbukti melecut obsesi mengenai “seks paksaan” dan roleplay liar.

Dampak yang timbul usai dirilisnya Fifty Shades Of Grey, nyatanya tidak sebegitu mengejut. Perkara seksual ini bukanlah hal baru karena telah diamini oleh data hasil penelitian yang dilakukan 3 tahun sebelumnya. Sebuah penelitian mengenai perilaku seksual yang dilakukan pada tahun 2012 dengan melibatkan 355 wanita menyatakan, 62persen responden-nya membenarkan punya sesekali fantasi seks hardcore dan dominasi dengan pasangan masing-masing. Melalui penelitian ini dapat ditarik garis besar jika sebagian wanita punya pola pikir seks serupa dengan mayoritas kaum pria.

Fifty Shades Of Grey nampaknya hanya jadi pelecut yang diamini realita semesta. Fantasi seks dominance ataupun submission tidak dapat dipungkiri hadirnya. Aneka kategori-kategori yang kerap kali dianggap aneh jelas benar punya peminat dan pangsanya masing-masing. Porno ampuh menyilap penontonya, mewakili obsesi hingga gairah, tanpa terkecuali itu pria ataupun wanita.