Benih Yang Ditebar Little House On The Prairie dan Bajaj Bajuri

Keputusan Michael Landon untuk membawa kisah Little House On The Prairie ke dalam sebuah film seri, merupakan momen terbaik dekade 70 dan 80-an. Di mana segala tutur pun tingkah laku dia saat memerankan Charles Ingalls adalah formula kebaikan yang sangat tepat untuk kita terapkan dalam berkehidupan.

Begitu pula yang dilakukan oleh Mat Solar ketika menjadi karakter Bajuri di dalam serial ‘Bajaj Bajuri’. Keluguan serta segala bentuk respon normal dia dalam berbagai situasi, adalah refleksi standar manusia untuk menyikapi hal baik dan buruk. Di sini dia menjadi pedoman para penontonnya, bahwa dunia sudah ada yang mengatur, dan kita cukup menjalankannya dengan ikhlas. Jika dibutuhkan untuk bergembira, tak perlu ditahan, begitu juga kala sedih menerpa, risaunya tak usah berkepanjangan. Semua harus dilakoni dengan tulus, agar kita tetap kuat menjalani kehidupan ini dari hari ke harinya.

Sementara Charles Ingalls adalah tokoh yang paling pas diberi julukan sebagai bapak ‘Bahagia Itu Sederhana’. Di dalam serial “Little House On The Prairie” Charles menjalani kehidupan ini dengan sangat apa adanya. Dia memiliki Tuhan, dan percaya terhadap segala ajaran kebaikan-Nya. Lalu Charles memperistri perempuan yang begitu ia cintai luar dalam, di mana kemudian mereka memiliki 4 anak yang semuanya diurus dan dididik secara bersama-sama, dengan standar pakem apa yang Charles dan istrinya pelajari di Gereja.

Selebihnya untuk masalah pencarian nafkah Charles tidak kemaruk untuk mencari uang secara berlebihan. Yang penting dia senang akan pekerjaannya, lalu mengerjakannya secara maksimal, kemudian dia mampu memenuhi kebutuhan makan serta pendidikan anak-anaknya. Charles juga tak pernah lupa untuk selalu menanamkan kata-kata positif yang memotivasi anak dan istrinya agar tetap konsisten berbuat baik, sekaligus mendorong mereka untuk menjadi figur-figur yang mandiri.

Ketika seluruh anggota keluarga Charles memahami bahwa perilaku serta tutur baik adalah modal utama berkehidupan, Charles Ingalls sudah merasa itu adalah pencapaian terbaiknya sebagai seorang manusia. Sederhana. Sangat.