Bacaan Hits Era Ter-hits

Membahas buku dekade era itu, tak akan terlepas dari nama-nama pengarang legendaris seperti Hilman Hariwijaya, Gola Gong, R.L Stine, Kho Pong Hoo, Agatha Christie, Nick Carter, Enid Blyton, Mira W, Marga T, NH Dini,  Rene Goscinny, Herge aka Georges Remi, Morris, Arswendo Atmowiloto, Tatang S, Walt Disney, dan, ehem, Enny Arrow. Mereka semua sesepuh bacaan hits era ter-hits.

Hilman Hariwijaya merupakan pengarang serial fiksi Lupus yang begitu laris dan berpengaruh di negeri ini pada dekade 80 dan 90-an. Dia berhasil mengangkat tema kehidupan remaja SMA Ibukota masa tersebut ke dalam novel, dengan bahasa pop yang ringan, mudah dibaca, dengan alur cerita kocak. Balutan bahasa nge-tren pada masa itu sukses dia besut terhadap tokoh-tokohnya, seperti Lupus, Lulu, Boim, Gusur, Poppy, Fifi Alone, dan teman-teman Lupus lainnya. Walhasil, novel ini diangkat ke layar lebar, dan hasilnya? Meledak juga. Fenomenal! Selain Lupus, Hilman juga membuat buku “Olga”, sosok gadis remaja 80’s 90’s yang keren banget, dan membuat semua teman perempuan gue ingin seperti dia. Merupakan salah satu bacaan hits era ter-hits.

Kemudian ada Gola Gong dengan Balada si Roy nya. Tulisan Heri Hendrayana Harris (nama asli Gola Gong) ini sukses membius mindset pemuda pada masa itu tentang sosok lelaki jantan, berani, rebel, serta senang bertualang. Dalam karyanya ini Gola Gong sering menyelipkan puisi-puisi yang mampu memicu adrenalin, saking kerennya kata-kata yang dia semat ke dalamnya. Ini juga merupakan salah satu bacaan hits era ter-hits.

Lalu ada R.L Stine dengan karya Goosebumps-nya yang mencekam karena bikin kita ketakutan setakut-takutnya di era 80-an dulu, kisah-kisah misteri Agatha Christie, cerita ehem-ehem dari Nick Carter, Lima Sekawan nya Enid Blyton, yang sukses membuat kita ingin bertualang ala si Bolang, kisah-kisah romantis dari Mira W dan Marga T,  sastra feminis NH Dini, Asterix nya Rene Gosciny, Herge dengan Petualangan Tintin nya, Morris dengan Lucky Luke-nya, Arswendo Atmowiloto bersama tokoh detektif cerdasnya yang bertajuk “Imung” dan terbit secara berseri di majalah Hai, Tatang S dengan komik horornya yang menampilkan lakon Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, terus Walt Disney dengan Donald Bebek nya yang ikonik banget, lalu karya stensilan dari Brur Enny Arrow yang luar biasa fenomenal, karena isinya yang “luar biasa” membangkitkan gairah juga. lagi-lagi merupakan salah satu bacaan hits era ter-hits.

Selain itu ada juga Smurf, Candy Candy, Kungfu Boy karya Takeshi Maekawa, Dragon Ball karya Akira Toriyama, Doraemon besutan Fujiko F. Fujio, dan Kobo Chan.

Untuk majalahnya sendiri, thank god sebagian besar masih bertahan hingga sekarang. Sebut saja Bobo dan Kawanku untuk anak-anak, lalu ada HAI, Gadis dan Aneka untuk remaja-nya, dan Femina buat yang Frewnky yang sudah ibu-ibu.

Yang legendaris ada majalah Si Kuncung, yang isinya sederhana, namun sangat membekas, karena sarat akan konten yang bisa kita jadikan bekal ketika dewasa nanti, mengenai hal-hal positif dan ilustrasi-ilustrasi kerennya yang membuat kita bahagia, sekaligus memberi inspirasi. 

Selain itu, sudah pasti yang paling fenomenal adalah majalah Mode. Majalah ini menjadi stepping stone para pelaku industri hiburan yang berpengaruh di masa sekarang. Banyak artis, aktor, aktris, yang lahir dari sini. Entah dari ajang cover boy maupun cover girl-nya, maupun liputan tentang bakat mereka di saat masa kanak-kanak maupun remaja. Rasanya tidak afdol jika kita tidak langganan majalah Mode. Karena hampir bisa diyakini seratus persen, kita akan ketinggalan info terkini pada masa itu jika tidak membaca majalah ini.

Buat gue sendiri, HAI dan Mode merupakan sumber informasi terbesar tentang apa yang terjadi di era tersebut. Terimakasih untuk para punggawa redaksi ke dua majalah ini di era tersebut. Tanpa mereka, kalian ngga akan se-cult sekarang. 

Anita Cemerlang merupakan majalah hits yang didirikan tahun 1978, dengan konten kumpulan cerpen-cerpen yang sungguh menghibur. Bercerita tentang lika liku kisah percintaan remaja, juga persahabatan. Pasarnya adalah para remaja putri. Semboyan majalah ini “Lambang Idola Para Gadis”. Cover majalah Anita menggunakan ilustrasi, bukan hasil foto. Dan yang sering dipakai sebagai sampulnya adalah para artis yang menjadi idola pada saat itu, seperti Paramitha Rusady, Desi Ratnasari dan Nurul Arifin. Biasanya mereka menampilkan 14 cerpen dalam setiap edisinya, dengan tambahan 1 cerpen dari pengarang terkenal, yang judulnya dipilih sebagai cover story. Caem!