Asal Mula Tren Malam Minggu

Seusai penat menerpa sejauh lima hari dalam sepekan, dan penghujung Jumat menurut The Cure patut dinobat sebagai hari yang paling tepat untuk jatuh dalam relung cinta. Bagaimana dengan perjalanan sakral Malam Minggu hingga menjadi malam monumental untuk melepas euforia? Untuk ragam mitos urban yang tersebar, nyatanya tuntutan kaum buruh lah yang paling masuk akal.

Ditarik dari sisi historis, perjalanan panjang lahirnya istilah malam minggu nyatanya dimulai dari Amerika Serikat. Pesatnya perkembangan industri pada dekade 30’an dan besarnya masa serikat buruh berekor pada penuntutan serius tentang hak-hak pekerja. Tuntutan kian masif dilakukan, salah satu isunya adalah pada waktu kerja dan hari libur bersama. Hasilnya pada 1938, Amerika menetapkan undang-undang mengenai standar jam kerja yang berisikan waktu kerja selama 40 jam per minggu serta menetapkan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari libur nasional.

Dengan penetapan UU tersebut, mayoritas buruh banyak menghabiskan waktu liburnya pada malam minggu. Para buruh menganggap malam minggu punya waktu yang lebih panjang dan esok harinya masih bisa terlelap tidur pulas hingga siang menjelang. Sebagai media pelepas penat, hiburan yang dipilih para buruh biasanya adalah bioskop, bar hingga tempat hiburan malam.

Ramainya malam minggu pun kian diminati tidak hanya bagi kaum buruh. Para pemuda-pemudi yang mendapatkan jatah libur akhir pekan sekolah pun turut menjadikan malam minggu sebagai periode emas untuk hangout maupun dating. Tren Saturday night pun kian gencar menyeruak ke segala penjuru belahan benua hingga akhirnya menjangkit ujung benua Asia.

Tren malam minggu pun hinggap di Indonesia. Usai tumbangnya Orde Lama, lalu kian gencarnya perkembangan musik, berkembangnya industri hiburan, dan semakin derasnya arus budaya barat masuk. Longgarnya regulasi hiburan yang diterapkan Orde Baru mengakibatkan banyak varian gaya baru yang dapat diadaptasi muda-mudi. Ditambah kian gencarnya perhelatan musik diselenggarakan dan kian menjamurnya diskotik maupun tempat hiburan malam, menjadi warna-warni yang meramaikan Malam Minggu di Indonesia.