Jangan Sombong, Jadi Artis Itu Ada Masa Berlakunya

Tidak semua mereka yang lahir di tahun 2000, bahkan akhir 90-an, mengenal Michael Jackson, Prince, David Bowie, Madonna, hingga Dave Grhol. Bahkan di pertelevisian serta industri film pun terjadi hal serupa. Belum tentu teman-teman yang lahir di tengah 90-an, tahu Jim Carrey, Annette Bening, Orlando Bloom, Robin Williams, hingga Phillip Seymour Hoffman.

Benar sekali, jadi artis itu ada masa berlakunya. Ini merupakan sebuah fenomena yang harus diterima oleh semua artis. Baik musisi, penyanyi, selebgram, influencer, tokoh, pemain film, youtuber, hingga komedian. Jadi, setinggi-tingginya orang merasa sebagai artis, ujung-ujungnya akan digantikan juga oleh generasi selanjutnya.

Fenomena yang sekarang sering kita saksikan bersama adalah: pemandangan orang-orang terkenal yang kerap ingin mendapat junjungan dari manusia-manusia yang mengaguminya. Dari niat itu sendiri pun sudah tercium aroma pengejaran target pendongakan kepala, agar nafsu pengaguman mereka terpenuhi. Gila, hanya karena butuh pengakuan serta pengaguman, jadinya target hidup yang mereka kejar hanya sebatas pencarian junjungan. Norak.

Sementara itu masih banyak juga yang terbuai akan pujian sanjungan fatamorgana di dalam dunia media sosial. Yang lebih seramnya lagi orang-orang ini menjadi adiktif terhadap segala bentuk komen positif di dalam kanal-kanal medsosnya. Padahal, semesta sebenar-benarnya hanya menaruh kunci keberuntungan estafet terhadap yang betul-betul ‘dikutuk’ untuk menjadi legenda selamanya seperti: The Beatles, Kurt Cobain dan Elvis Presley sebagai contoh dari wilayah musik, dan Johnny Depp serta Brad Pitt dari dunia perfilman. Sosok-sosok seperti itu sangatlah jarang dilahirkan kembali. Yang lain biasanya masuk lembah daftar ‘artis-artis’ standar. Kalian tinggal buka saja Wiki untuk menengok siapa-siapa yang masuk deret artis lama, lalu pertanyakan hal tersebut kepada keponakan dan anak teman, Anda akan mendapat bukti secara otentik bahwasanya nama-nama ‘lama’ banyak yang tergerus dari memori dunia.

Jadi berhentilah berasumsi bahwa tenar itu selamanya, popularitas segalanya, dan pujian penggemar akan didapatkan hingga akhir zaman. Itu semua merupakan rasa halu yang harus segera ditindaklanjuti, agar para artis segera membumi kembali, memijakan lagi kakinya ke tanah, dan mulai berpikir menjadi terkenal itu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan.

Foto: entitymag.com