Apakah Games Hari Ini Sanggup Melawan Sejarah?

Apakah games hari ini sanggup melawan sejarah? Zaman 80-an dan 90-an, semua berjalan dengan begitu organik dan menyenangkan. Apalagi games-games nya. Apakah Pub G, Mobile Legend dan Ayo Dance sanggup mengalahkan kedigjayaan para pendahulunya? Tentu teman-teman se-angkatan masih ingat betapa nikmatnya memainkan layangan, dan bebentengan.

Kerennya permainan petak umpet, gobak sodor, sampe dengan nangkep ikan di kali, yang pada saat itu jernihnya masih minta ampun. Ada juga yang seneng maen perang-perangan pake pelepah pisang. Atau main Tamiya, sampai semua duit jajan dihabisin buat bela-belain ngoleksi tamiya-tamiya tersebut. Ada juga yang demen main kapal otok-otok, yang kapalnya kalo udah jalan kejauhan suka terbakar. Atau ada juga yang loyal dengan permainan gambar. Biasanya produk andalan tersebut datang dari “Gunung Kelud”. Saya lumayan hobi nih ngumpulin yang beginian. Kalo mau curang dikit, gambaran gacoannya didobel depan belakang, terus ditempelnya pake nasi. Ngekkkk.Yang hobi maen gundu, sampe ada leverage-nya lho. Ketika kelereng Frewnky masih bening dan ada pola di dalamnya, maka kelerengmu dan levelmu masih biasa. Ketika kelereng Frewnky warna warni tapi polos, levelmu udah sedikit bagus, dan kalo kelereng Frewnky udah keras warna putih dengan ornamen di atasnya, artinya kemampuan Anda sudah di atas rata-rata. Terus yang udah bopel-bopel biasanya dijadiin buat peluru ketapel. Dan biasanya yang gundunya udah bopak-bopak ini, jam terbangnya sudah sangat tinggi sekali! Ohya, ada kebiasaan anak-anak zaman dulu, yaitu mengusel-usel kelereng ke dalam tanah, sampe tanahnya berbekas. Nah, itu hingga sekarang masih jadi misteri, maksudnya apa sodari sodari? Pertanyaan lagi, apakah games hari ini sanggup melawan sejarah?

Ada juga yang hobinya tiap abis pulang sekolah keluyuran ke tempat main dingdong. Saya termasuk salah satunya. Malah hampir tiap hari. Di sana saya mainnya udah pasti kalo ngga Street Fighter ya Strikes 1945. Saking seringnya saya ke tempat ini, tukang palak di situ juga sampe bosen malakin saya. Dulu juga udah tersedia games Atari 2600 dan Atari 2600 Jr yang sempat sangat heboh sekali di era 80-an. Yang disaingi kemunculan Nintendo dengan game super legendarisnya: Super Mario Brothers. Di akhir 80-an, munculah Sega, yang berusaha menyaingi Nintendo. Tak mau kalah, di era 90-an Nintendo mengeluarkan senjata barunya yakni Super Nintendo Entertainment System. Selama 4 tahun Nintendo dan Sega jadi musuh bebuyutan dalam meraih perhatian anak-anak 80’s 90’s. Rivalitas legendaris nan abadi itu ditandai dengan Super Nintendo Entertainment System dengan Mario Brothers dan Donkey Kong Country nya, dan SEGA Mega Drive dengan Sonic The Hedgehog dan Vector Man nya. Maaf, saya bertanya sekali lagi, apakah games hari ini sanggup melawan sejarah?

Selain itu ada permainan lain seperti Crack Gun, pistol-pistolan yang bunyinya selalu berhasil ngagetin semua orang. Karena bunyi ledakannya itu lho, mana tahaan kencengnya. Bisa bikin yang latah jadi pingsan. Hahaha. Terus ada game watch yang biasa disebut gimbot. Dengan games unggulannya yaitu Western bar, dimana kita hanya perlu menembaki gelas yang dilempar bartender, dan menghindar dari lemparan batu pengunjung. Lalu ada helly Battle yang merupakan permainan dari Casio yang lahir di tahun 1987. Kita hanya perlu menembaki helikopter musuh agar bom yang dijatuhkan tidak mengenai markas yang berada di bawahnya. Lalu Mystery Mansion, dimana kita harus menyelamatkan putrri yang ditangkap dan disihir jadi kodok. Lalu SL Bankman, yang cara maeninnya kita harus menjalankan kereta untuk ngumpulin duit di stasiun, terus Game Watch & Ball, dimana kita harus menangkap bola dan mempertahankan supaya tidak jatuh, yang serunya makin lama bola akan bergerak semakin cepat, kemudian Alice Game Watch, dimana kita harus menggerakan tokoh utama untuk memindahkan pot teh dari sebelah kanan ke kiri layar.
Lalu ada Earth Worm Joe, dimana kita harus membantu si cacing Joe menyeberang dari sebelah kiri ke kanan dengan selamat.

Wow, betapa indahnya masa-masa tersebut. Siapa coba yang tidak ingin kembali lagi ke waktu itu? Di mana semuanya terjadi dengan begitu organik, tidak ada unsur keterpaksaan, apa adanya, polos, dan semua komunikasi terjadi begitu hangat, sehingga tercipta suasana yang begitu menyenangkan, khas dekade tersebut.

Frewnky masih pada inget ngga, apa saja gadet yang hits di era 80 dan 90? Setidaknya saat saya menyebut gadget, Anda semua langsung lumayan inget sama walkman, kan? Okeh, kalo begitu saya akan beberkan beberapa elektronik yang menurut saya sangat membekas di hati kita semua pada saat itu.

Supernintendo, konsol game Nintendo ini pernah sangat hits sekali. Karena mampu membuat anak-anak pada saat itu tak bergeming dari depan layar gelas, demi memainkan sang maha Super Mario Bros nya. Gila! Saya liat semua teman-teman masa kecil begitu tergila-gila sama permainan ini. Konsol ini sukses menjadi konsol dengan penjualan terbanyak dalam era 16 bit.

Discman. Di mana-mana, anak 90-an pasti bawa alat ini sebagai gadget prestise pada saat itu. Kalo make ini, saya berasa jadi orang paling cool se Indonesia. Udah gitu playlist di dalamnya, saya setting se drama mungkin. Biar ritme nya kayak film gitu. Misal jam pagi saya masukin lagu-lagu soundtrack yang pumping kayak Judgment Night. Menginjak siang saya ganti lagu-lagu healing yang beat nya standar ala Wilson Phillips atau Fleetwood Mac gitu. Sore-an saya bawa kenceng ke alternatif kayak Alice in Chains, Stone Temple Pilots, Mudhoney, B lind Melon, Pearl Jam gitu, selesai maghrib ke indies ala The Cure, Pulp, Suede, Lightning Seeds, Morrissey, dan Ocean Colour Scene gitu, nah, malam harinya saya putar lagu-lagu Tears For Fears, Phil Collins, Barbara Streisand, Madonna, dan sejamannya agar berasa kayak lagi jalan-jalan di seputar London & New York. Sedap.

Lalu ada ponsel Nokia 5110. Wih, kalo sama yang satu ini saya sering banget gonta ganti warna, biar tampak caem di mata pergaulanku kala itu. Jenis ponsel ini muncul di era akhir 90-an. Menjadi sangat fenomenal sekali. Karena semua kalangan memakainya. Selain jadi ponsel pionir buat angkatan saya, di dalamnya ada games Snake yang legendaris. Gue rasa semua orang pada saat itu jago memainkannya. Dan semua taunya di HP Cuma ada games tersebut. Belum secanggih android sekarang. Hahaha. Perhatian kita Cuma ke telpon, sms, sama games itu. Udah.

Sebelum ponsel hadir, dunia dihebohkan dengan kehadiran pager. Sampai-sampai benda ini dibuatkan lagunya oleh salah satu group hiphop lokal 90s, Sweet Martabak. Pager hanya punya layar kecil yang hanya muat menampilkan beberapa jumlah karakter huruf saja di dalamnya. Berfungsi sebagai mesin penyeranta untuk pesan-pesan pendek dari teman, pacar, saudara, orang tua, bahkan dosen. Ini jadi alat komunikasi gue semasa pacaran. Sumpah, banyak memori  keren di dalamnya. Mulai dari ngingetin pacar buat makan, bangunin, nyuruh kuliah, ngajak nonton, minta maaf, bahkan hingga mutusin doi. Dan gelinya, kalo saya sampaikan melalui operator, si mba dan mas nya suka becandain saya, “bisa diulang mas? Sorry sorry, tadi suaranya ngga kedengeran..oh, buat si ehemnya ya? Buset, kepo banget luh mba!

Play Station juga muncul di era 90’s. Menjadi gadget yang digemari game freak di seluruh dunia, dan semua cowok-cowok remaja pada saat itu merasa kece sekali jika mampu memainkan games-games secara baik dan benar, di depan teman-teman ceweknya. Hahah. Saya sih maeninnya yang standar aja, kayak FIFA. Biar kelihatan ngga ketinggalan zaman aja.

Apakah games hari ini sanggup melawan sejarah? Sega Genesis termasuk gadget legendaris. Dengan permainan Mortal Kombat nya yang fenomenal. Tak ketinggalan Nintendo Game Boy, yang dirilis Nintendo tahun 1989. Merupakan gadget pocket size yang bisa dibawa ke mana-mana, sehingga kita bisa leluasa memainkannya dalam keadaan apapun. Mau di mobil pribadi, kereta, pesawat, beca, bajaj, delman, di pantai, gunung, rumah temen, sodara, pas lebaran, saat natalan, saya lihat beberapa teman maupun saudara tidak mau lepas dari benda yang satu ini.

Lalu ada yang sangat legendaris banget, yaitu Tamagotchi. Games ini menugaskan pemakainya untuk merawat sebuah telur hingga menetas jadi peliharaan. Juga ada turntable untuk memutar piringan hitam, atau biasa disebut sama anak sekarang Vinyl. Bekennya sih mulai dari era 70s. Namun, gara-gara DJ Jockey Saputra dan Max Donn, alat ini menjadi sangat fenomenal sekali di era 80 dan 90. Ngga deng, becanda. Memang gadget ini jadi begitu termasyhur karena hiphop dan disco movement yang sangat kencang sekali pada saat itu. Sehingga melahirkan banyak tempat hangout baru di kota-kota besar, dan membuat profesi DJ menjadi salah satu pilihan menarik bagi para pemuda 80’s 90’s. Karena itu tadi, sudah banyak tempat hangout yang mengakomodir profesi DJ. Sebut saja di Jakarta Ebony, Tanamur, Happy Day, Lipstick, Fire, dan yang paling tua, tentu saja Hailai Ancol.

Last but not least, the almighty Walkman. Gila! Gadget ini punya banyak sekali kenangan dengan remaja seluruh dunia. Semua anak, remaja, dan orang tua pada saat itu saya rasa hampir semua memilikinya. Di era 80 memang belum banyak, namun memasuki awal 90-an, saya melihat di mana-mana semua orang menggunakan Walkman sebagai teman mereka sehari-hari. Mau di sekolah, di jalan raya, di lapangan olahraga, taman, pantai, semua tampak asyik masyuk dengan gadget ini. Waklman saya sendiri jadi saksi hidup semua yang gue denger. Mulai dari Genesis, Phil Collins, Milli Vanilli, Debbie Gibson, Tiffany, Tommy Page, Rush, Timmy T, Cyndi Lauper, Michael Jackson, Pet Shop Boys, Duran-Duran, Depeche Mode, New Order, Sheena Easton, Samantha Fox, KISS, Vanilla Ice, MC Hammer, Fleetwood Mac, TLC, Alias, Guns N Roses, Bon Jovi, semua pernah merasakan kehangatan Walkman saya. Jadi, sanggupkah Pub G dan Mobile Legend mensejajarkan diri dengan kenikmatan games maupun gadget di atas? Jawabannya kami kembalikan kepada Anda. Kami sendiri sih, yakin.