Akhir Nyawa Sang Eksekutor Holokaus, Adolf Eichmann

Operation Finale yang dirilis Netflix mungkin merupakan reka-adegan paling nyata dari aksi sekumpulan agen Mossad yang menjalankan misi sucinya menguak sejarah keji Holokaus melalui suatu operasi penculikan. Targetnya tidak mudah, seorang perwira SS berdarah dingin, cerdik dan dikenal manipulatif. Ia adalah Adolf Einchman, salah satu dalang Holokaus yang masih hidup dan menyamar di Argentina.

Di suatu hari pada tahun 1960 atau tepat 15 tahun sudah berakhirnya Perang Dunia Kedua, kejatuhan Nazi dan pemberantasan besar-besaran pada seluruh agennya di dunia, sebagian populasi dunia merasa tenang, sebagian lain sibuk berbenah dan sebagian lain yang merupakan kaum Yahudi masih memendam dendam kesumat atas apa yang menimpa mereka. Beberapa kaum Yahudi kecewa dan belum puas atas apa yang dilakukan Pengadilan Dunia yang tak kunjung mendakwa Holokaus. Kasus genosida kejam tersebut diam terbengkalai, penyelidikan tidak dilanjutkan dan banyak dari pelakunya masih hidup tenang dalam penyamaran.

Setelah kejatuhan Nazi dan aksi bunuh diri massal segenap Jendral dan perwiranya, tidak banyak memang yang bisa menjadi saksi bagaimana pembantaian Yahudi dilakukan partai busuk tersebut terjadi. Namun berita baik datang ketika sebuah telegram dari Argentina masuk ke kantor pusat Mossad di Yerrusalem, Israel. Isi telegram tersebut mencengangkan, salah satu informan yang tinggal di sana mengabarkan Adolf Eichmann hidup, menyamar sebagai seorang pria bernama Ricardo Klement dan hidup dengan istrinya Veronica Liebl di salah satu pedesaan di Argentina.

Wajar jika Adolf Eichmann dicari. Iblis ini merupakan seorang eksekutor, co-konseptor sekaligus provokator di balik serangkaian pembunuhan massal yang dilakukan Nazi pada berjuta populasi Yahudi yang hidup di semenanjung Jerman hingga Polandia. Dirinya memang bukan Panglima Perang sekelas Hermann Goring atau arsitek Holokaus sekelas Heinrich Himmler, namun dari tangan dan perintahnya, Eichmann ibarat motor bertenaga kuda yang menggerakan Holokaus hari demi harinya.

Akhirnya sebuah tim kecil dibentuk oleh badan intelejen Israel. Tim padat berisi yang terdiri dari beberapa agen-agen Mossad dari divisi-divisi berbeda mulai dari ahli bius, perwira hingga interogator ulung yang punya misi super-komplek; membawa Adolf Eichmann dalam keadaan hidup ke Israel agar dapat dimintai kesaksian dan diadili hidupnya.

Singkat cerita para agen Mossad tiba di Argentina. Strategi pun disusun terperinci, mulai dari pemantauan hingga bagaimana mengekstradisi Sang Tiran keluar dari Argentina. Tanpa disangka para agen, di Argentina Adolf Eichmann menjelma menjadi sosok yang cukup disegani. Dirinya dekat dengan para pemangku kekuasaan dan beberapa simpatisan Nazi yang hidup di Argentina. Nu-Nazi hidup di sana dan menjadi sebuah kultur baru.

Melalui serangkaian latihan dan taktik cadas, di hari H Adolf Einchman pun berhasil dieksekusi. Dirinya diculik dan dibawa ke rumah tahanan. Di sana dirinya menandatangi sebuah surat yang menjelaskan dirinya tanpa paksaan mau dibawa ke Israel. Drama pun terjadi mana kala Eichmann tidak kunjung mau menandatangi surat tersebut.

Setelah beberapa hari terlewati, lewat berbagai bujuk rayu, lobi dan obrolan manis akhirnya Adolf Eichmann luluh, dirinya menandatangi surat tersebut. Membawa Eichmann ke bandara bukanlah hal mudah. Banyak pos jaga dan simpatisan Nazi yang berkeliling seiring dengan laporan hilangnya Eichmann. Akhirnya Eichmann dibius, diberi kostum tertentu dan dibawa ke Bandara Internasional. Singkat cerita, misi berbahaya tim Mossad berhasil dan Adolf Eichmann bersaksi di pengadilan Israel.

Di pengadilan, Adolf Eichmann menjadi orang pertama yang menjadi saksi betapa kejinya Holokaus. Eichmann yang juga merupakan motor dari genosida tersebut menuturkannya secara jujur. Dirinya tidak menampik adanya itu semua dan semua darah yang membasuhi tanggannya ketika genosida berlangsung. Pengakuan Eichmann pun membuka mata dunia.

Namun Adolf Eichmann telah sahih menjadi musuh dunia. Dirinya tetaplah bersalah dan memiliki andil besar dari tragedi kemanusiaan terkeji sepanjang sejarah tersebut. Adolf Eichmann pun dijatuhi hukuman gantung, seluruh amnestinya ditolak mentah-mentah dan bandingnya tidak diterima. Sang eksekutor Holokaus harus meregang nyawa di tiang gantung tepat pada 1 Juni 1962.

Sumber foto : The Telegraph