Aileen Wuornos, Sosok Pelacur Tersadis di Dunia

Pada rentang Desember 1989 hingga September 1990, jalanan Florida di Amerika Serikat beberapa kali harus menampung mayat lelaki yang tewas terbunuh. Mereka meregang nyawa ditangan wanita yang berdarah dingin. Dialah Aileen Wuornos, seorang pekerja seks komersial yang sering melakukan kejahatan jalanan. Kesadisan yang dilakukan Wuornos bukan tanpa sebab, pilunya masa kecil dan kerasnya kehidupan memaksanya untuk bertindak keji. Ia pun harus mengakhi hidup dengan menjalani hukuman mati pengadilan Florida.

Wanita kerap identik dengan kelembutan dan penuh kasih sayang. Namun Aileen Wuornos adalah sebuah pengecualian. Wanita yang satu ini harus menjalani kisah hidup yang begitu keras. Wuornos adalah mantan pekerja seks komersial yang besar di Florida, Amerika Serikat. Namun yang mencengangkan, ia juga dikenal sebagai pembunuh berantai yang terkenal sadis.

Kerasnya Masa Kecil

Aileen Wuornos lahir di Troy, Michigan pada tanggal 29 Februari 1956. Ia tumbuh besar di keluarga broken home lantaran kedua orang tuanya bercerai sebelum Wuornos lahir. Ia pun tidak pernah bertemu ayahnya lantaran di penjara. Menginjak usia 4 tahun, ia pun ditinggalkan sang ibu untuk tinggal bersama kakek dan neneknya. Kepindahan ini bukan tanpa masalah, pasalnya sang nenek dituduh sebagai pecandu alkohol dan kakeknya sangat kejam.

Aileen Wuornos' Best Friend, Dawn Botkins, Talks Growing Up ...
Foto masa kecil Aileen Wuornos. Sumber: Oxygen

Wuornos pun mulai berhubungan seks ketika baru menginjak usia 11 tahun. Ia melakukannya karena diimingi berbagai imbalan. Di masa itu, Ia juga mengalami kekerasan seksual oleh kakeknya. Tiga tahun setelahnya Wuornos hamil karena diperkosa oleh teman kakeknya. Ia melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah panti khusus ibu hamil yang tidak menikah pada tanggal 23 Maret 1971. Setahun setelahnya, sang kakek mengusir Wuornos dari rumah dan ia menafkahi dirinya sendiri dengan menjadi pekerja seks komersial dan tinggal di hutan dekat rumah lamanya.

Kejahatan Sadis

Setelah hidup sendiri, Wuornos mulai menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan jalanan. Diusianya yang ke-18, Wuornos ditangkap polisi karena mengemudi di bawah pengaruh obat dan alkohol. Dua tahun setelahnya, Ia bertemu dengan pemiilk klub yacht kaya bernama Lewis Gratz Fell. Mereka menikah dalam waktu singkat dan harus berakhir dalam masalah.

Dalam pernikahannya, Wuornos menganiaya Fell dengan tongkat sang suami. Setelahnya Wuornos dilaporkan sang suami ke pihak berwajib dengan tuduhan penganiayaan dan membatalkan pernikahan mereka setelah hanya sembilan minggu menikah.

Dari situlah kejahatan yang dilakukan Wuornos terus berlanjut. Ia pun terjebak dalam kehidupan sebagai pekerja seks komersial. Terhitung sejak tahun 1976, dirinya melakukan serangkaian kejahatan jalanan dan sering berurusan dengan polisi. Segala bentuk kejahatan mulai dari pencurian, penipuan, penyalahgunaan senjata, dan penyerangan.

Hingga puncaknya pada akhir tahun 1989 hingga September 1990, Wuornos diketahui telah membunuh tujuh pria di Florida. Polisi berhasil menangkap Wuornos di The Last Resort, Volusia County. Nama-nama korban yang tewas antara lain Richard Mallory, Dick Humpreys, Burrow Troy, David Spears, Walter Gino Antonio, Peter Siems, dan Charles Carskaddon.

Dalam pembelaannya, Wuornos menyatakan bahwa dirinya berusaha membela diri dari pria-pria yang ingin memerkosanya. Namun cerita yang disampaikannya seringkali bertentangan dengan fakta yang ada. Setelah dilakukan penyelidikan, pembunuhan yang dilakukan Wuornos disertai dengan motif pencurian. Seperti yang dialami oleh Mallory dan Antonio, di mana barang mereka digadaikan Wuornos di dekat Pantai Daytona. 

Pada tanggal 18 Januari 1992, Pengadilan Florida menyatakan Wuornos bersalah atas tewasnya 7 korban jiwa dan divonis hukuman mati. Eksekusi terhadapnya dilakukan pada tanggal 9 Oktober 2002 pukul 9.47 pagi waktu Amerika. Kisah hidup Wuornos pun dijadikan inspirasi film Murder yang dibintangi Charlize Theron yang rilis pada tahun 2003 silam.

Kredit foto: Britannica