Features

Mengapa Mereka Flashback Melulu?

Flashback Melulu
Mengapa Flashback Melulu

Mengapa mereka flashback melulu? Bicara soal fashion 80’s, tentunya ingatan kita langsung menuju headband, baju bercorak genjreng, training, sepatu olahraga, baggy, dan topi-topi yang modelnya tak lazim. Sementara jika membahas fashion 90s, pikiran seketika berkelana ke brand Docmart, Boy London, Swatch, Vision Street Wear, Grifone Street Wear, dan berbagai merek lokal seperti Hammer, Osella, Arnett, Country fiesta, Posh Boy, Tira, juga Caladi 59.

Mengapa mereka flashback melulu? Sebagian dari populasi ini, fashion-nya berpanutan terhadap hair band yang dipelopori KISS, Bon Jovi, Poison, Faster Pussycat, RATT, Whitesnake, Motley Crue, Great White, Blue Murder dan Guns N’ Roses. Di beberapa lokasi nongkrong, nampak pemuda gondrong berkeliaran dengan potongan ala pemain band 80-an. Biasanya mereka ngumpul di apotik. Sampe sekarang masih tanda tanya besar, apa alasan Brur-Brur tersebut mejeng di lokasi seperti itu. Beberapa ada yang gahar, seperti visual pahlawan mereka, Anthrax, Metallica, Manowar dan Danzig. Namun tak bisa dipungkiri, warna centil lebih mendominasi, sehingga bisa diyakini 200 persen, kalo mereka cenderung lebih tergoda berpenampilan hair band dan glamrock, ketimbang metal. Hahaha.

Mengapa mereka flashback melulu? Sementara itu gaya berpakaian 90-an, penampilan pemuda pemudi pada saat itu banyak dipengaruhi band alternatif, brit pop, metal, hardcore, hiphop, boyband, serta film seri. Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, Blind Melon, Stone Temple Pilots, Pulp, Oasis, Lightning Seeds, The Stone Roses, Blur, Metallica, Sepultura, Pantera, Slayer, Anthrax, Snopp Dogg, P Diddy, TLC, Destiny’s Child, Will Smith, New Kids On The Block, Backstreet Boys, sangatlah influensial.

Ada yang jadi pemuja grunge dengan berpenampilan ala Eddie Vedder dan Kurt Cobain, geek model Jarvis Cocker vokalis nya Pulp, sangar ala James Hetfield, keras seperti Tom Araya Slayer, botak model Phil Anselmo Pantera, baju gombrang model Jay Z, baggy trousers seperti TLC, rambut belah dua ngikut Backstreet Boys, dan berambut panjang nanggung model Johnny Depp. Semuanya maksimal.

Memang, kedua masa tersebut merupakan dekade terindah yang pernah kita rasakan. Lihat saja penampilan anak-anak sekarang, mereka berusaha mengembalikan ingatan kita ke era itu. Balik lagi pake Docmart, kaos Boy London, kemeja flanel, topi dibalik, sepatu sport, celana baggy, dan pakaian genjreng. Para produsen pakaian pun memproduksi kembali sweater ala 90-an, kaos-kaos dengan font tulisan 90s, jaket jeans, polo shirt ala 90s, training, dan mengembalikan model-model lama ke produksi lini baru mereka. Terbukti, sesuatu yang organik tak akan pernah tergantikan.

Vantage

Saat Okultisme Dalam Sepakbola Nyata Adanya

Previous article

Bodohnya Pembulian

Next article

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *