Vantage Club Hoping: Kilo, Otherground, Kilo Lagi, Dragon Fly, The Pallas

25 dan 26 Oktober kemarin, tim Vantage melakukan club hoping. Dimulai dari Kilo untuk melihat penampilan Jack Master, kemudian berakhir di The Pallas demi menjadi bagian dari keseruan Uber Damage.

Jumat 25 Oktober, Kilo Lounge Gunawarman memberikan suguhan deep house/nu techno yang berkelas. Hogi Wirjono menjadi pembuka yang manis. Co-founder Future 10 ini menyajikan playlist yang membuat pengunjung terus bertahan dari awal dia hingga dia selesai main. Lalu ada Jack Master yang menutup kegiatan bertajuk ‘After Dark’ tersebut dengan elegan. Beberapa track klasik terdengar berulang kali disemburatkan oleh disjoki senior ini. Hal tersebut berhasil membuat beberapa kerumunan tengah baya melangkahkan kaki ke dance floor untuk berdansa secara maksimal hingga jelang subuh.

Otherground menjadi gig yang unik. Kami tidak ingin membeberkan di mana acara ini berlangsung, karena konsepnya memang secret party. Diadakan pada hari Sabtu 26 Oktober, mulai dari jam 10 pagi hingga 10 malam. Sebuah pemilihan waktu yang cukup langka. Indra 7 dan Anggarez merupakan performer yang performanya tidak perlu dipertanyakan lagi, dan mereka ada di line up acara ini. Keduanya merupakan jaminan di dalam setiap acara pesta, karena segala setlist yang dikeluarkan selalu maksimal dan penuh kesan. Konsep event seperti ini patut dipertahankan. Kelas.

Dari situ, tentunya masih di hari yang sama, kami menyempatkan sebentar untuk mampir ke Kilo lagi, dalam rangka menyaksikan penampilan amunisi house ter-gres dari House Cartel, salah satu kolektif paling berpengaruh di skena techno metropolitan. Nandi bermain dengan begitu apik. Kemudian Robin terdengar menyalak melalui track-track techno yang telah dia kurasi. Lalu Yorri terlihat sangat memakai hati ketika memutarkan lagu-lagu pilihannya. Juara!

Dragon Fly pada 26 Oktober kembali di-manuver Future 10. Adik kakak pionir disko ibukota, Anton Wirjono dan Hogi Wirjono, berhasil menyemat kenikmatan irama elektronik khas 80-an. Acara yang sudah menjadi signature Future 10, Back In The Days, sukses mengundang banyak orang untuk ‘bersyukur’ bersama menikmati keindahan disko masa lalu. Acara yang sedianya selesai jam 4 pagi ini, diperpanjang hingga pukul 5 pagi. Luar biasa!

The Pallas menjadi pesona tersendiri bagi para pengabdi disko. Di mana D Code sebagai penyelenggara event memberikan hiburan santai nan ciamik dengan mempersembahkan disjoki spesialis pemutar lagu-lagu kenangan: Diskopantera. Seperti biasa, pria bernama asli Rachmat Dwi Putranto ini mengeluarkan jurus-jurus lagu serta tarian yang selalu mengundang tawa. Kadang disko, sesekali dangdut remix.

Dan di sudut lain dari Fairgrounds, yang lokasinya masih sama dengan The Pallas, hajatan Helloween karya cipta Mr Henry Foundation yang sudah berlangsung sejak pertengahan 2000-an, yakni Uber Damage, juga digelar secara maksimal. Keriaan pesta kostum mereka kali ini mengambil konsep party box, dengan membuat sebuah area disco box, yang memang tidak bisa memuat orang terlalu banyak. Jadi yang masuk harus bergantian. Sekali lagi ini merupakan konsep yang juga cukup langka dan menarik! Seperti biasa, lagu-lagu yang dikumandangkan oleh Henry Foundation adalah indie pop, nu disco, new wave dan new age pilihannya. Hal tersebut menjadi pamungkas yang ciamik untuk mengakhiri club hoping kami minggu lalu.