Street Dealin 12 : Ibadah Perjamuan Jejaring Seni Jalanan

Street Dealin Festival ke-12, cuatnya berhasil menyapu habis gundah dan tanya kapan. Adikarya street art, music dan simbolis kuatnya solidaritas terlukis abstrak penuh gembira cerita di dalamnya.

Penantian dua tahun para penggiat, pengikut serta penyaksi subkultur graffiti, hip-hop dan serikat-serikat lain terkait street culture terbayar kontan. Mata uangnya kesenangan, tersaji satu paket dengan semangat berjejaring, kemasan nya dicetak dalam event sekelas festival Internasional yang gembiranya tersaji semasa satu pekan.

Gardu House tidak pernah gagal mencipta decak pukau. Tidak hanya sebagai organisasi statis, kolektif yang bermarkas di Ciputat ini bergerak dinamis selayak inkubator dan ruang inap bagi para penggiat graffiti. Lewat aksi inventifnya ini rangkaian Street Dealin terselenggara hingga volume ke-12 nya.

Hari pertamanya dimulai dengan riak ramah tamah bagi semua line up, kolega dan media. Ujungnya Secret Show di terowongan Jalan Kendal jadi pengakhirnya hari. Rentetan rima hip-hop dari sang maestro Tuan Tigabelas jadi sajian utama menghibur para hadirin. Pesta!

Usainya, hari kedua dan ketiga berisi By Your Run Camp Project, rangkaian aktivitas yang nampak masih jadi andalan Street Dealin di tiap gelaran nya. Dari dalam setapak gang di area Kebayoran para warga menyambut asik artist untuk menghias kampungnya. Berbotol-botol kaleng aerosol disemprot ke tembok-tembok bagian luar rumah. Warga membalasnya dengan suguhan ramah, dan gorengan hangat terhidang tiap sorenya. Baurnya menjadi potret penuh warna dengan pesan dalam. Imej negatifnya graffiti lebur hilang dalam hangat silaturahmi.

Hari keempat jadi puncaknya, Big Bang Party. The Space, Senayan City jadi tempat helatnya. Di dalamnya sudah menanti Canstop Exhibition, Community Bazzar, Graffiti Party hingga Showcase. Musiknya di kurasi langsung oleh para dedengkot. Grimlock Record dan Hell House diundang turun gunung untuk proses kurasi. Deretan line-up mencukupi ruang telinga haus beat dan rima para pendengarnya. Isinya sekaliber Randslam (BDG), Westwew (JKT), Uncle T (YK), GNTZ (YK) hingga reuni akbar dari Boyz Got No Brain (YK).

Street Dealin seolah membuktikan diri bagaimana kuatnya bahu-membahu. Semangat bernilai militan, arogansi kreatif berkarya hingga nilai persaudaraan erat tersirat di dalamnya. Sudahnya, cerita, ingatan, memori hingga toreh warnanya tersimpan jelas di rongga otak tiap individunya. Candunya menagih untuk kembali mengulang, Hail Gardu House, sampai berjumpa tahun depan, semoga.