Street Dealin 12 Resmi Di Deklarasikan

Dengan semangat kolektif yang sarat militansi, street culture mendeklarasikan diri belum habis di tanah pertiwi. Pernyataan nya tegas dilayangkan salah satu kolektif sekaliber Gardu House. Tepat di kedai kopi sarat kreasi Fotkop Jakarta selatan, Street Dealin 12 dinyatakan resmi mengagenda. 11 hingga 15 Desember akan tanggal selenggara festival kaliber Internasional tersebut.

Dua tahun terlewati sejak hajatan ke 11 nya terselenggara di Gudang Sarinah Ekosistem. Memorinya masih jelas tergambar di kepala. Campur aduk euforia, semangat berjejaring hingga tetes keringat yang tercurah masih dapat dikisahkan. Kesenangan-nya total merasuk ke setiap individunya.

Street Dealin 12 melakukan manuver berbeda. Gardu House mengundang lebih dari 40 seniman dari dalam dan luar negeri. Berbagai konten acara jadi hidangan utamanya. Beberapa nama graffiti artist ternama seperti Semor (GER), NILone (CHN), Waris MSV (Thai), Anacathie (SG), Daos501 (VNM), Nick (IND), F21st (IDN), Dashes (IDN) dan lainya siap dilibatkan. Tidak lupa daulat jawara graffiti asal bandung StereoFlow yang karya-karyanya akan menjadi artwork berbagai media promosi Street Dealin 12.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah custom toys exhibition. Salah satu konten acara buah kerjasama Gardu House dengan Museum of Toy. Di dalamnya akan terlibat aksi seniman-seniman merespon karakter mainan bentukan kaleng cat semprot bernama CANSMONSTER.

Seperti pagelaran Street Dealin sebelumnya, Big Bang Street Dealin 12 juga akan diramaikan oleh komunitas lain di luar graffiti. Di arena Street Beat, Gardu House bekerjasama dengan Hell House (YK) dan Grimloc Record (BDG) untuk mengkurasi musisi Hip Hop yang akan hadir sebagai penampil.

Di Street Dealin 12 ini, “By Your Run Camp Project” juga akan kembali diadakan di perkampungan daerah Kebayoran Lama pada tanggal 12 & 13 Desember 2019. 25 seniman dari dalam dan luar negeri akan merespon tembok-tembok di perkampungan padat Kebayoran Lama RW008 dan juga membangun interaksi dengan penduduk lokal kampung tersebut. Graffiti Artist yang terlibat:

INTERNATIONAL

Anacathie (SG), Awie (CA), Cracko (MY), Daos501 (VNM), Freaky (SG), Nilone (CHN), Quiccs (PHL), Semor (GER)

INDONESIA

Aisix (JKT), Beat (SBY), Crack (JKT), Dashes (MKS), Fivust (BGR), Forteslick (SMG), Indombrain (PLG), Mars (BKS), Minas (YK), Nick23 (YK), Paypaypow (DPK), Pinokibo (CRB), Stokemaki (SMG), Techoo (YK), Whoa (BGR)., Snaketwo (MY), Waris (THA).

Performing Music yang terlibat terkurasi oleh Grimlock Record (BDG) & Hell House (YK):

DJ Byanos (JKT), DJ Ethnic (JKT), Eyefeelsix (BDG), Instinch (JKT), Jerefundamental (MDN), Krowbar (BDG), Randslam (BDG), Bacil Kill (YK), Boyz Got No Brain (YK), Keilan Boi (JKT), Uncle T (YK), GNTZ (YK), Westwew (JKT).